Senin 02 Oct 2023 07:53 WIB

Festival Grebek Bambu Muntuk: Ajang Pamer Produk Kerajinan Bambu Khas Bantul

Kerajinan bambu telah meningkatkan perekonomian warga Muntuk.

Rep: Idealisa Masyrafina/ Red: Yusuf Assidiq
 Kegiatan festival bertajuk Grebek Bambu Lord Of The Pring Amazing Muntuk.
Foto: Dokumen
Kegiatan festival bertajuk Grebek Bambu Lord Of The Pring Amazing Muntuk.

REPUBLIKA.CO.ID, BANTUL -- Produk berbahan dasar bambu merupakan ciri khas warga Kalurahan Muntuk, Kapanewon Dlingo, Kabupaten Bantul, DIY. Keberagaman produk bambu tersebut ditampilkan dalam festival bertajuk Grebek Bambu Lord Of The Pring Amazing Muntuk, Ahad (1/10/2023) sore.

Dalam festival tersebut, perajin bambu Muntuk menampilkan produk unggulan berbahan dasar bambu mulai dari peralatan kehidupan sehari-hari hingga berbagai pajangan rumah estetik.

Bupati Bantul, Abdul Halim Muslih menjelaskan, sebagai sentra bambu paling besar dan tertua di Bantul, mayoritas warga Muntuk berprofesi sebagai perajin bambu.

"Selama ratusan tahun kerajinan bambu di Kalurahan Muntuk ini terbukti telah memberikan kesejahteraan warganya yang dijadikan sebagai jalan penghidupan warga Muntuk," ujar Abdul Halim Muslih.

 

Menurut bupati, kerajinan bambu adalah salah satu prestasi yang luar biasa di Bantul. Seperti halnya di Muntuk, di mana produk-produknya sangat diminati oleh masyarakat peminat kerajinan tradisi menuju kerajinan kontemporer.

Untuk itu, kerajinan bambu di Muntuk harus dikembangkan dengan menyelaraskan tren selera masyarakat saat ini.

"Seperti yang kita lihat hari ini perkembangan karya kerajinan bambu sudah semakin bagus. Dikarenakan produk organik, sehingga semakin diterima oleh masyarakat," ujarnya.

Ia menila produk bambu kontemporer dapat diterima di seluruh dunia. Ini menunjukkan bahwa kerajinan bambu merupakan salah satu produk seni yang dapat meningkatkan kesejahteraan warga Bantul.

Sementara itu, Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Kalurahan Muntuk, Sugandi menuturkan, warga Muntuk telah melestarikan kerajinan bambu secara turun temurun.

Kalurahan ini memiliki ribuan pengrajin bambu baik sebagai profesi utama ataupun sebagai sampingan. Maka tak heran wilayah ini menjadi sentra kerajinan bambu Indonesia.

"Mulai dari usia muda hingga tua, semua warga Muntuk berkecimpung  pada kerajinan bambu," kata Sugandi.

Kerajinan bambu telah meningkatkan perekonomian warga Muntuk dengan produk-produk yang sudah didistribusikan ke beberapa daerah di Indonesia hingga ke luar negeri.

Akan tetapi, mereka menilai perlu diadakan sebuah acara agar kerajinan bambu lebih dikenal lebih luas. Acara Festival Grebek Bambu Kalurahan Muntuk diadakan untuk memperkenalkan dan mempromosikan kerajinan bambu karya warga Muntuk.

"Festival ini (Grebek Bambu) juga diharapkan dapat menciptakan pasar-pasar baru agar masyarakat dapat mengenal secara luas tentang kerajinan bambu Kalurahan Muntuk," jelasnya.

Yuk koleksi buku bacaan berkualitas dari buku Republika ...
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement