Sabtu 14 Oct 2023 06:54 WIB

Terima Estafet Kirab Pemilu 2024, KPU Sleman: Jadi Sarana Edukasi Masyarakat

Di Sleman, sosialisasi pemilu akan dilaksanakan di setiap kapanewon.

Rep: Febrianto Adi Saputro/ Red: Yusuf Assidiq

REPUBLIKA.CO.ID, SLEMAN -- Kirab Pemilu 2024 digelar di Kabupaten Sleman, Jumat (13/10/2023). Ketua KPU Sleman, Trapsi Haryadi, mengatakan kegiatan ini merupakan bentuk sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat agar Pemilu 2024 dapat terlaksana dengan penuh kegembiraan dan profesionalitas.

"Ini juga sebagai sarana integrasi bangsa," kata Trapsi. Dalam kirab tersebut dilakukan juga serah terima bendera kirab Pemilu 2024 dari KPU Klaten ke KPU Sleman. Serah terima bendera kirab Pemilu 2024 dilakukan di pendopo Parasamya, Kabupaten Sleman, dan dihadiri oleh Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo.

Kustini menyambut gembira diterimanya bendera kirab Pemilu 2024 oleh KPU Sleman. Ia berharap pemilu yang akan datang dapat berjalan dengan lancar, aman, serta mengedepankan kerukunan antar masyarakat.

"Walaupun berbeda pilihan, tapi kerukunan, keamanan kita jaga bersama. Sesuai dengan visi misi kita, sesarengan mbangun Sleman," ujarnya.

 

Dalam kegiatan yang mengangkat tema 'Pemilu Sebagai Sarana Integrasi Bangsa' ini turut diarak 18 bendera partai peserta Pemilu 2024. Adapun bendera yang diserah-terimakan yakni bendera Merah Putih, pataka KPU, dan sebuah peti hitam KPU.

Bendera kirab yang diterima oleh KPU Sleman merupakan bendera yang diberangkatkan dari Pontianak, Kalimantan Barat. Bendera kirab Pemilu 2024 akan berada di Sleman selama enam hari ke depan, dan selanjutnya diserahkan kepada KPU Kota Yogyakarta.

Salah satu tujuan dari kegiatan ini adalah sebagai sarana sosialisasi terkait pemilu kepada masyarakat. Di Sleman, sosialisasi akan dilaksanakan di setiap kapanewon.

Hadir pula pada acara tersebut Deputi Bidang Dukungan Teknis KPU, Eberta Kawima. Ia menjelaskan kegiatan ini sudah dimulai sejak 14 Februari 2023 lalu.

Estafet bendera kirab Pemilu 2024 dimulai dari delapan tempat di Indonesia, yaitu KPU RI, KIP Aceh, KPU Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau, KPU Provinsi Kalimantan Barat, KPU Provinsi Kalimantan Utara.

Kemudian, KPU Kabupaten Pulau Morotai, Provinsi Maluku Utara, KPU  Nusa Tenggara Timur, dan KPU Provinsi Papua. Bendera tersebut melewati sebanyak 305 kabupaten/kota se-Indonesia, dan dijadwalkan finish di KPU RI pada November.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement