Kamis 26 Oct 2023 03:42 WIB

Pentingnya Pendampingan untuk Dongkrak Popularitas Kampung Wisata di Yogya

Saat ini, Kota Yogyakarta memiliki 25 kampung wisata.

Rep: Idealisa Masyrafina/ Red: Yusuf Assidiq

REPUBLIKA.CO.ID, YOGYAKARTA - Dinas Pariwisata (Dinpar) Kota Yogyakarta terus berupaya meningkatkan geliat pariwisata di wilayah setempat. Salah satunya melalui pengembangan kampung wisata.

Kepala Dinpar Yogyakarta, Wahyu Hendratmoko dalam pernyataannya, mengatakan kampung wisata merupakan salah satu destinasi strategis. Selain itu kampung wisata juga berperan sebagai penggerak ekonomi masyarakat.

Sampai saat ini Kota Yogyakarta memiliki 25 kampung wisata. Sebanyak 25 kampung tersebut juga telah memiliki kunjungan wisatawan yang cukup stabil.

"Misalnya Kampung Wisata Bausasran yang tergolong baru, telah memiliki rata-rata kunjungan sekitar 700 orang pada Juli hingga September 2023," paparnya saat acara FGD penilaian kampung wisata untuk ADWI 2024 di Ibis Hotel, Selasa (24/10/2023).

Di sisi lain, lanjutnya, dalam segi prestasi kampung wisata di Kota Yogya juga mampu bersaing dengan desa wisata di kabupaten/kota lain. Hal tersebut dibuktikan dengan diraihnya juara 2 tingkat nasional untuk kategori desa wisata berkembang oleh Kampung Wisata Purbayan.

"Untuk itu pendampingan kampung wisata dirasa sangat perlu dalam rangka meningkatkan popularitas dan daya saing destinasi," katanya.

Acara ini, menurut dia, merupakan program lanjutan dari pendampingan kampung wisata yang telah digelar beberapa waktu lalu. Acara itu juga mengundang para pemangku pariwisata di Kota Yogya.

Wahyu berharap dengan adanya acara tersebut dapat memberikan motivasi bagi para peserta, sehingga pariwisata Kota Yogyakarta semakin maju dan dapat memberikan kesejahteraan bagi masyarakat Kota Yogyakarta.

Sementara itu, Penjabat Wali Kota Yogyakarta, Singgih Raharjo, menyambut baik dan sangat mengapresiasi apa yang telah dilakukan Dinpar Yogyakarta.

Menurutnya pariwisata merupakan ekosistem, untuk itu semua lapisan masyarakat harus aktif dan bergerak bersama.

“Warga harus terus berupaya dalam mengangkat berbagai keunikan yang mereka miliki untuk kemudian menjadi sesuatu yang layak jual atau layak untuk ditampilkan bagi para wisatawan yang mengunjungi Yogyakarta,” jelasnya.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement