Kamis 26 Oct 2023 13:59 WIB

Daop 8 Lakukan Pengecekan Fasilitas Penunjang Perjalanan KA Jelang Nataru

Terdapat delapan stasiun yang menjadi objek pemeriksaan.

Rep: Dadang Kurnia/ Red: Yusuf Assidiq
Rangkaian kereta api (KA) melaju (ilustrasi)
Foto: Antara/Siswowidodo
Rangkaian kereta api (KA) melaju (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, SURABAYA -- PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 8 Surabaya melakukan inspeksi dari Stasiun Mojokerto hingga Stasiun Surabaya Gubeng menjelang perayaan natal dan tahun baru 2024. Inspeksi yang dilakukan menitikberatkan pada pengecekan fasilitas operasional dan fasilitas pendukung hingga kemampuan SDM dalam mengamankan dan menjaga perjalanan kereta.

"Terlebih, saat ini kondisi cuaca yang sangat panas yang dapat memengaruhi kondisi material fasilitas operasi dan juga fokus dari petugas," kata Manajer Humas KAI Daop 8 Surabaya, Luqman Arif, Kamis (26/10/2023).

Luqman menjelaskan, pada inspeksi kali ini terdapat delapan stasiun yang menjadi objek pemeriksaan. Mulai dari Stasiun Mojokerto, Tarik, Kedinding, Krian, Boharan, Sepanjang, Wonokromo, hingga Surabaya Gubeng.

Adapun fokus pemeriksaan di antaranya kelengkapan administrasi, fasilitas stasiun, kemampuan petugas dalam hal darurat, serta prasarana pendukung perjalanan kereta api seperti jalur, jembatan, wesel, hingga mencari potensi bahaya.

 

Luqman melanjutkan, pada kegiatan inspeksi ini, jajaran manajemen tidak hanya berfokus terhadap peralatan pendukung kerja saja. Namun, juga melakukan diskusi serta memberikan pembinaan dan arahan kepada petugas mulai dari tingkat kepala stasiun hingga bawahannya.

"Jajaran manajemen KAI Daop 8 melakukan inspeksi untuk memastikan secara langsung bahwa pemeliharaan dan pengendalian risiko keselamatan di area stasiun serta lingkungannya sudah dilaksanakan dengan baik dan sesuai dengan teknis perusahaan," ujarnya.

Dari hasil pemeriksaan yang dilakukan, keseluruhan jalur mulai Stasiun Mojokerto hingga Stasiun Surabaya Gubeng dinyatakan aman. Luqman menegaskan, pihaknya akan terus melakukan berbagai upaya secara maksimal dalam menjaga keselamatan dan kelancaran operasional kereta api.

"Secara umum semua fasilitas prasarana perkeretapian dan keselamatan perjalanan kereta api dalam kondisi baik, termasuk kemampuan SDM dalam mencari solusi sudah sangat mumpuni. Namun, tidak menutup kemungkinan terdapat temuan-temuan terkait fasilitas pelayanan yang tidak baik langsung menjadi perhatian untuk segera dilakukan perbaikan," kata dia.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement