Selasa 07 Nov 2023 09:15 WIB

Akselerasi Ekosistem UMKM Digital, Akses Pembiayaan Warung Tradisional Diperluas

Warung tradisional berperan strategis dalam mendorong konsumsi rumah tangga.

Rep: Idealisa Masyrafina/ Red: Yusuf Assidiq
Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan berbincang dengan salah satu pedagang.
Foto: Republika/Prayogi
Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan berbincang dengan salah satu pedagang.

REPUBLIKA.CO.ID, SLEMAN -- Startup rural commerce, Dagangan, menjalin kerja sama strategis dengan Kementerian Perdagangan, mitra perbankan, dan Kadin DIY dalam mengakselerasi perkembangan ekosistem warung tradisional. Total pembiayaan yang dikucurkan untuk pengembangan ekosistem warung tradisional ini mencapai senilai Rp 12 miliar.

Kegiatan kolaborasi ini dilaksanakan dengan menggelar kegiatan talkshow Program Akselerasi Ekosistem UMKM Digital di The Manohara Hotel Yogyakarta, Senin (6/11/2023). Acara ini bertujuan memperkenalkan akses pembiayaan dari mitra perbankan untuk warung tradisional dalam rangka aktualisasi program Kementerian Perdagangan serta Dagangan.

Program ini diinisiasi dan didukung Menteri Perdagangan RI Zulkifli Hasan dalam memberdayakan dan mengupayakan target 1,000 warung tradisional berkembang melalui modernisasi warung dan digitalisasi pemenuhan pasokan barang.

“Kemendag mendorong kolaborasi dan program yang diluncurkan hari ini dalam membangun ekosistem bisnis UMKM melalui empat pilar peningkatan daya saing, diantaranya mewujudkan inovasi UMKM, membuka akses kemitraan, akses digitalisasi, dan akses pembiayaan," ujar Mendag.

 

Ia pun mengimbau untuk melanjutkan kolaborasi dan inisiatif bersama Kemendag, pemerintah daerah, mitra perbankan, serta distributor online seperti Dagangan untuk mendorong warung tradisional go digital dan naik kelas, serta bangkitkan ekonomi melalui perdagangan yang berkelanjutan.

Berdasarkan data Euromonitor pada 2021, dari 3,61 juta ritel yang ada di Indonesia, 3,57 juta di antaranya berbentuk toko atau warung tradisional. Selain itu, warung tradisional juga menjadi kekuatan ekonomi rakyat paling riil dan sangat berpotensi memberikan dampak yang signifikan bagi kemajuan ekonomi nasional.

Namun, akses pembiayaan menjadi kendala bagi beberapa pemilik warung untuk berkembang, dikarenakan mereka tidak memiliki agunan untuk mengajukan pembiayaan usaha. Peran serta bimbingan dari pemerintah dan pihak-pihak terkait diperlukan untuk memperkuat UMKM melalui sinergi dan kolaborasi.

Oleh karena itu, Dagangan secara berkelanjutan mengembangkan ekosistem rural commerce yang terintegrasi dan bersinergi dengan berbagai mitra termasuk dari sektor pemerintah dan institusi keuangan untuk memberdayakan warung tradisional di Indonesia.

VP of Business Development Dagangan, Adi Wismaya menambahkan, selain menyediakan pasokan untuk warung secara mudah dan terjangkau, pihaknya menyadari bahwa pemilik warung tradisional memiliki tantangan dan kendala dalam mengajukan pembiayaan untuk modal usaha.

"Untuk itu sebagai fasilitator dalam memperkuat ekosistem UMKM kami menghubungkan mereka dengan mitra keuangan salah satunya mitra perbankan serta memfasilitasi kedua pihak dalam proses penyaluran modal usaha melalui Program WiraDana (Wirausaha Berdana)," jelas Adi.

Nantinya, pengguna aplikasi Dagangan dapat langsung membeli stok kebutuhan warung lewat aplikasi Dagangan, kemudian memilih pembayaran secara tempo dengan memanfaatkan pembiayaan modal usaha mikro dari mitra perbankan.

"Target pembiayaan modal usaha melalui Program WiraDana bersama mitra perbankan dan mitra fintech ini akan disalurkan kepada 1,200 pemilik warung tradisional melalui aplikasi Dagangan dengan total pembiayaan senilai Rp 12 miliar," ungkapnya.

Staf Ahli Bidang Iklim Usaha dan Hubungan Antar Lembaga Kemendag, Fajarini Puntodewi, menekankan bagaimana warung tradisional berperan strategis dalam mendorong konsumsi rumah tangga yang memiliki kontribusi terbesar lebih dari 50 persen terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.

Kemendag berperan sebagai fasilitator untuk menghubungkan berbagai stakeholders dalam mendukung peningkatan daya saing warung tradisional, termasuk pemasok modern, mitra perbankan serta Dinas Perdagangan kabupaten/kota, serta organisasi kemasyarakatan.

"Hari ini sudah direalisasikan bersama dengan Dagangan, mitra perbankan, dan Dinas Perdagangan DIY. Ke depan kami akan terus mengembangkan kolaborasi untuk memfasilitasi pemberdayaan warung tradisional sehingga usaha warung semakin berkembang dan berkelanjutan,” kata Fajarini.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement