Selasa 07 Nov 2023 10:24 WIB

Masa Pancaroba, Warga Yogyakarta Diminta Waspada Cuaca Ekstrem

Potensi yang paling sering muncul seperti angin kencang dan hujan lebat.

Rep: Silvy Dian Setiawan/ Red: Yusuf Assidiq
Pengendara motor melintas menggunakan payung.  BMKG memprakirakan hujan berpotensi terjadi disebabkan dinamika atmosfer masih mengalami peralihan musim. ilustrasi
Foto: Republika/Putra M. Akbar
Pengendara motor melintas menggunakan payung. BMKG memprakirakan hujan berpotensi terjadi disebabkan dinamika atmosfer masih mengalami peralihan musim. ilustrasi

REPUBLIKA.CO.ID, YOGYAKARTA -- Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebut saat ini wilayah DIY sudah memasuki pancaroba atau peralihan dari musim panas ke musim hujan. Masyarakat pun diminta untuk waspada terhadap potensi terjadinya cuaca ekstrem selama pancaroba.

"Sekarang pancaroba sudah masuk, masyarakat juga perlu waspada karena pancaroba diikuti cuaca ekstrem," kata Kepala Stasiun Meteorologi Yogyakarta, Warjono kepada Republika, Senin (6/11/2023).

Warjono menyebut, selama pancaroba yang diikuti dengan cuaca ekstrem ini dapat menimbulkan berbagai bencana di DIY. Mulai dari hujan lebat yang bisa mengakibatkan banjir, angin kencang, hingga puting beliung.

"Jadi potensi yang paling sering muncul seperti itu angin kencang, dan hujan lebat," kata Warjono.

Warjono juga meminta warga untuk waspada terhadap pohon tumbang selama pancaroba ini. Pohon yang rawan tumbang dan rindang diminta untuk ditebang guna mengantisipasi dampak pohon tumbang jika adanya angin kencang.

"Dari sekarang kami mengimbau untuk mulai menebang ranting-ranting pohon yang berisiko tumbang, karena di pancaroba berpotensi terjadinya cuaca ekstrem," jelas dia.

 

Selain itu, pemantauan info cuaca secara rutin juga diharapkan dapat dilakukan masyarakat dalam rangka mengantisipasi dampak bencana yang bisa ditimbulkan jika terjadi cuaca ekstrem.

"Pantau info BMKG atau install Info BMKG di aplikasi, bisa dilihat nanti ada warning disana untuk bisa mengurangi akibat bencana itu," kata Warjono.

Sementara itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Yogyakarta juga menyebut bahwa telah menempatkan sejumlah peralatan early warning system (EWS) di sungai-sungai yang ada di Kota Yogyakarta. EWS ini untuk menghadapi potensi banjir selama musim pancaroba.

"Hingga saat ini sudah sebanyak 17 EWS di sungai-sungai Kota Yogya yang bisa dimanfaatkan," kata Kepala BPBD Yogyakarta, Nur Hidayat.

Dijelaskan Hidayat bahwa penempatan EWS di sungai-sungai ini untuk memberikan peringatan dini kepada masyarakat guna mengurangi risiko bencana. Belasan EWS tersebut juga dipastikan dapat berfungsi dengan baik.

Pihaknya juga telah menyiapkan berbagai upaya mitigasi bencana lainnya yang dapat terjadi selama pancaroba. Tidak hanya memastikan EWS berfungsi, namun juga meningkatkan kapasitas personel dan relawan dengan melibatkan OPD di lingkungan Pemkot Yogyakarta.  

"OPD di lingkungan Pemkot Yogyakarta juga akan kami libatkan dalam memitigasi bencana, yang tupoksinya disesuaikan dengan sektornya masing-masing," ungkapnya.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement