Selasa 07 Nov 2023 20:13 WIB

UII Yogyakarta Salurkan Bantuan ke Palestina Melalui MER-C

Dana tersebut dihimpun melalui berbagai cara.

Rep: Febrianto Adi Saputro/ Red: Yusuf Assidiq
 Universitas Islam Indonesia (UII) menyalurkan sejumlah bantuan kemanusiaan untuk Palestina.
Foto: Dokumen
Universitas Islam Indonesia (UII) menyalurkan sejumlah bantuan kemanusiaan untuk Palestina.

REPUBLIKA.CO.ID, SLEMAN -- Universitas Islam Indonesia (UII) menyalurkan sejumlah bantuan kemanusiaan kepada Palestina khususnya di Jalur Gaza yang saat ini tengah menghadapi situasi krisis karena serangan Israel. Bantuan berupa dana Rp 500 juta disalurkan melalui Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) pada Selasa (7/11/2023).

Bantuan secara simbolis disampaikan oleh Rektor UII, Fathul Wahid, didampingi Wakil Rektor Bidang Pengembangan Akademik & Riset UII, Jaka Nugraha, kepada Site Manager Pembangunan Rumah Sakit Indonesia di Gaza Palestina, Eddy Wahyudi, di Gedung Sardjito Kampus Terpadu UII. Dana bantuan yang dihimpun UII selanjutnya akan dialokasikan untuk kepentingan Rumah Sakit Indonesia di Palestina dan menyokong keperluan lain warga setempat.

Fathul menyampaikan terima kasih pada MER-C dan Eddy Wahyudi karena telah berkenan berkunjung serta menyalurkan dana yang telah dikumpulkan oleh UII. Ia mengatakan dana tersebut dihimpun melalui berbagai cara, seperti Pengurus Yayasan Badan Wakaf (PYBW) UII serta jaringan Rumah Sakit JIH, Ikatan Keluarga Alumni UII Riau, melalui pemotongan gaji secara sukarela, dan donasi terbuka UIIPeduli.

"Salah satu sumber dana bantuan juga berasal dari imbauan rektor kepada para dosen dan tenaga pendidik di lingkungan universitas untuk memerintahkan rektor agar memotong gajinya," kata  Fathul.

 

Fathul juga menyampaikan rasa terima kasih yang sebesar-besarnya, mewakili keluarga UII untuk segenap donatur yang telah menyumbang. Ia juga berharap bantuan kemanusiaan ini nantinya dapat memberikan tebaran manfaat bagi warga Palestina.

Selain itu, rektor sekaligus mengajak keluarga besar UII untuk senantiasa mendoakan masyarakat Palestina, termasuk para relawan dari MER-C yang tengah berada dan akan diberangkatkan ke sana dalam misi kemanusiaan.

"Kami berdoa, kami berharap, kami memohon kepada Allah, relawan MER-C yang insya Allah sebentar lagi akan diberangkatkan kembali ke Gaza, dimudahkan perjalanannya oleh Allah SWT,  menjalankan tugasnya dengan baik, dan kembali dengan selamat," ungkapnya.

"Kita semua berharap semoga krisis yang terjadi di Gaza segera berakhir secara permanen dan semuanya dapat melanjutkan hidup yang penuh keberkahan di masa yang akan datang," kata Fathul menambahkan.

Sementara Eddy Wahyudi memberikan tanggapan yang senada. Ia merasa bersyukur dengan keterbukaan serta kepercayaan UII pada MER-C untuk menyalurkan himpunan dana bantuan ini. Ia menuturkan  warga Palestina sangat menghargai dan mensyukuri bantuan-bantuan yang diberikan oleh Indonesia yang sudah mereka anggap sebagai negara tetangga dan saudara.

Eddy juga meminta dukungan dan doa untuk kelancaran dan kemudahan penyaluran bantuan ini. Ia memaparkan bahwa selain tiga orang relawan yang sekarang masih berada di Palestina, MER-C juga berencana akan memberangkatkan sejumlah relawan, tim medis, serta tim engineering untuk menyokong fasilitas Rumah Sakit Indonesia di sana.

Tim engineering nantinya diharapkan dapat berperan pada pengembangan kapasitas rumah sakit, bidang poli, rawat jalan, serta pusat pelatihan.

"Kami juga mohon doanya, untuk relawan yang masih tinggal di sana. Ada tiga relawan MER-C yang masih tinggal untuk membantu rakyat dan bangsa Palestina, khususnya di RS Indonesia, mudah-mudahan diberi kekuatan, kesehatan, dan keselamatan," katanya.

Yuk koleksi buku bacaan berkualitas dari buku Republika ...
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement