Rabu 08 Nov 2023 12:27 WIB

Gunung Semeru Erupsi, Kolom Abu Teramati 700 Meter di Atas Puncak

Masyarakat diminta mewaspadai potensi awan panas guguran.

Rep: Wilda Fizriyani/ Red: Yusuf Assidiq
Gunung Semeru kembali mengalami erupsi  (ilustrasi)
Foto: dok. PVMBG Badan Geologi
Gunung Semeru kembali mengalami erupsi (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, MALANG -- Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Badan Geologi melaporkan adanya erupsi di Gunung Semeru. Peristiwa ini dilaporkan terjadi pada Rabu (8/11/2023) pukul 10.53 WIB.

Kepala PVMBG, Badan Geologi, Hendra Gunawan, mengatakan, erupsi ditunjukkan dengan adanya tinggi kolom abu yang teramati sekitar 700 meter di atas puncak. "Atau kurang lebih 4.376 meter di atas permukaan laut," kata Hendra.

Lebih detail, kolom abu teramati berwarna putih, kelabu, hingga cokelat. Intensitas abu terpantau tebal condong ke arah selatan dan barat daya.

Berdasarkan laporan, erupsi ini terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 22 milimeter (mm) dan durasi sekitar dua menit 22 detik. Adapun erupsi berupa awan panas teramati memiliki jarak luncur 1.000 meter ke arah Besuk Kobokan.

 

Untuk diketahui, saat ini Gunung Semeru berada pada status level III (siaga). Sebab itu, pihaknya merekomendasikan masyarakat untuk tidak melakukan aktivitas apa pun di sektor tenggara di sepanjang Besuk Kobokan, sejauh 13 kilometer (km) dari puncak (pusat erupsi).

Di luar jarak tersebut, masyarakat tidak boleh melakukan aktivitas pada jarak 500 meter (m) dari tepi sungai (sempadan sungai) di sepanjang Besuk Kobokan. Hal ini karena berpotensi terlanda perluasan awan panas dan aliran lahar hingga jarak 17 km dari puncak.

Masyarakat juga direkomendasikan tidak beraktivitas dalam radius lima km dari kawah/puncak Gunung Api Semeru. "Hal ini karena rawan terhadap bahaya lontaran batu (pijar)," katanya.

Di samping itu, masyarakat didorong mewaspadai potensi awan panas guguran (APG), guguran lava, dan lahar di sepanjang aliran sungai/lembah yang berhulu di puncak Gunung Api Semeru.

Terutama di sepanjang Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat. Lalu juga perlu mewaspadai potensi lahar pada sungai-sungai kecil yang merupakan anak sungai dari Besuk Kobokan.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement