Kamis 16 Nov 2023 02:08 WIB

Sebanyak 20 Ribu Ton Jagung Impor Tiba di Surabaya

Harga jagung di dalam negeri tidak kunjung melandai.

Rep: Dadang Kurnia/ Red: Yusuf Assidiq
Biji jagung (ilustrasi)
Foto: ANTARA
Biji jagung (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, SURABAYA -- Direktur Utama Perum Bulog, Budi Waseso, memantau langsung kedatangan kapal pertama impor jagung pakan ternak di Pelabuhan Terminal Teluk Lamong, Surabaya, Rabu (15/11/2023). Kapal tersebut mengangkut 20 ribu ton jagung pakan, yang akan segera disalurkan untuk menstabilkan harga pakan di tingkat peternak.

"Hari ini saya pastikan langsung kedatangan kapal pertama dari Vietnam yang memuat sebanyak 20 ribu ton jagung pakan," kata Buwas.

Dijelaskan, 20 ribu ton jagung yang diimpor dari Vietnam tersebut merupakan kedatangan perdana dari penugasan tahap pertama sejumlah 250 ribu ton. Adapun total penugasan yang diberikan kepada Bulog adalah impor jagung pakan sebanyak 500 ribu ton.

Budi Waseso memastikan, jagung pakan impor tersebut segera didistribusikan ke peternak sesuai dengan harga yang ditetapkan pemerintah. Dengan distribusi yang dilakukan, diharapkan tingginya harga jagung pakan di tingkat peternak bisa diredam.

 

"Kami sudah mengantongi daftar peternak yang akan mendapat jagung pakan ini dan kami optimistis dengan impor ini harga jagung pakan bisa segera turun," ujarnya.

Importasi jagung pakan pada akhirnya menjadi keputusan pemerintah seiring harga jagung di dalam negeri yang tidak kunjung melandai.

Rata-rata harga jagung pakan di tingkat peternak secara nasional di atas Rp 7.000 per kilogram. Padahal, pemerintah menetapkan harga acuan penjualan (HAP) jagung pakan di tingkat peternak sebesar Rp 5.000 per kg.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement