Kamis 16 Nov 2023 15:49 WIB

Dosen UMM Terapkan Kurikulum Pancasila dan Al-Islam di Sekolah Korea

Tim melakukan pelatihan kepada para pengajar di sana.

Rep: Wilda Fizriyani/ Red: Yusuf Assidiq
 Tim Dosen Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) UMM melakukan kerja sama dengan Rumah Muslimah Indonesia (Rumaisa) School, Korea Selatan.
Foto: Dokumen
Tim Dosen Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) UMM melakukan kerja sama dengan Rumah Muslimah Indonesia (Rumaisa) School, Korea Selatan.

REPUBLIKA.CO.ID, MALANG -- Tim dosen Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) melakukan kerja sama dengan Rumah Muslimah Indonesia (Rumaisa) School, Korea Selatan. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan mutu pendidikan.

Sebelumnya, mereka telah menyusun dan menjalankan program tersebut sejak Agustus lalu melalui pelatihan daring. Kemudian tim dosen UMM melakukan pengabdian secara langsung selama satu pekan di sana.

Ketua tim, Arinta Rezty Wijayaningputri menjelaskan, program ini dibuat untuk meningkatkan literasi berbasis pelajar Pancasila dan nilai Al-Islam yaitu akidah, akhlak, dan ibadah. Terdapat tiga pengajar yang berangkat untuk berkontribusi di Rumaisa School.

Selama satu pekan, tim melakukan pelatihan kepada para pengajar di sana. Sistem yang digunakan adalah dengan menerapkan sistem kurikulum merdeka berbasis al-Islam.

 

"Tentu hal ini karena kami ingin menekankan nilai-nilai Pancasila sekaligus ilmu agama,” jelasnya.

Arinta mengatakan, mereka tergerak untuk membantu Rumaisa School karena melihat belum adanya kurikulum yang jelas dan cara pengajaran yang efektif. Maka, sistem merdeka berbasis Pancasila dan Al-Islam menjadi salah satu upaya yang diharapkan dapat memberikan manfaat lebih.

Saat di sana, timnya menerapkan literasi pada anak-anak kategori kelas bawah yaitu kelas 1, 2, dan 3. Setiap pekan, tim mengadakan program membaca Alquran dan e-comic berbasis cerita-cerita Islami.

Begitupun dengan cerita-cerita budaya Indonesia untuk menanamkan nilai-nilai. Menurut dia, membuat dan membaca e-comic menjadi salah satu program penerapan untuk pengajar.

Dengan demikian, anak-anak didik dapat tertarik untuk membaca dan meningkatkan literasi. Arinta menambahkan, kerja sama MoU antara kedua belah pihak dinilai mampu berdampak baik.

"Terutama bagi generasi dan anak-anak berdarah Indonesia yang bersekolah di Korea Selatan," ungkap dia.

Diharapkan, anak didik di sana tidak kehilangan nilai-nilai Pancasila, budaya Indonesia, dan keislaman. Selain itu, juga diharapkan sistem ini mampu mendorong adanya inovasi-inovasi dalam pendidikan sehingga melahirkan generasi emas penerus bangsa.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement