Sabtu 18 Nov 2023 10:28 WIB

Baznas Jatim Target Himpun Dana hingga Rp 1 Miliar untuk Palestina

Dana bantuan yang dihimpun Baznas Jatim berasal dari berbagai donatur.

Rep: Dadang Kurnia/ Red: Fernan Rahadi
Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) meluncurkan brand peduli Covid-19 dengan memberikan tanda jarak antarhuruf pada logo resmi yang saat ini digunakan.
Foto: Baznas
Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) meluncurkan brand peduli Covid-19 dengan memberikan tanda jarak antarhuruf pada logo resmi yang saat ini digunakan.

REPUBLIKA.CO.ID, SURABAYA -- Wakil Ketua Baznas Jawa Timur, Prof KH Ali Maschan Musa mengungkapkan, pihaknya telah menghimpun sekitar Rp 300 juta dana untuk disalurkan ke Palestina. Jumlah tersebut merupakan bantuan yang disalurkan pihak-pihak tertentu melalui Baznas Jatim saja, dan belum termasuk bantuan yang dihimpun Baznas kabupaten/kota.

Ali menargetkan, bantuan untuk Palestina yang dihimpun, termasuk dari Baznas kabupaten/kota di Jatim bisa menembus angka Rp 1 miliar. Nantinya dana yang terhimpun akan diteruskan ke Baznas pusat untuk kemudian disalurkan ke Palestina.

Baca Juga

"Kami sendiri sudah (menghimpun dana) sekitar Rp 300 jutaan. Itu belum termasuk dari Baznas kabupaten/kota. Kita targetnya bisa Rp 1 miliar," kata Ali seusai menerima bantuan dari Uung Victoria Finky, yang merupakan pemerhati ibu dan anak asal Surabaya.

Ali menjelaskan, dana bantuan bagi rakyat Palestina yang dihimpun Baznas Jatim, berasal dari berbagai donatur. Mulai dari perusahaan, lembaga pendidikan, dan lain sebagainya.

Salah satu pemberi sumbangan, Uung Victoria menjelaskan, bantuan yang disalurkan melalui Baznas Jatim merupakan keuntungan dari penjualan produk Mom Uung. Bantuan tersebut dikhususkan untuk ibu dan anak-anak Palestina yang menjadi korban kbiadaban tentara Israel.

"Kita sumbangkan untuk menegakkan hak asasi manusia di Palestina. Kami sebagai perusahaan pemerhati ibu dan anak itu ingin bukan hanya ibu dan anak di Surabaya atau di Indonesia saja yang kita perhatikan. Masa ibu anak di sana (Palestina) kita mau abaikan," kata Uung.

Uung mengungkapkan, bantuan yang disalurkan sejumlah Rp 80 juta. Ia menekankan, meskioun nominal yang disalurkan tidak seberapa, ia berharap gerakannya bisa mendorong perusahaan lain turut memberi bantuan bagi ibu dan anak di Palestina, yang menjadi korban kejahatan perang.

"Kita semua saudara terlepas agama atau ras apa. Kami harap bantuan ini selain nanti bisa tersampaikan dan termanfaatkan di sana, juga bisa menjadi inspirasi perusahaan-perusahaan di Surabaya supaya bisa bergerak. Karena kita yakin ketika kita makin banyak pasti impact-nya juga lebih besar," kata Uung.

Dapat mengunjungi Baitullah merupakan sebuah kebahagiaan bagi setiap Umat Muslim. Dalam satu tahun terakhir, berapa kali Sobat Republika melaksanakan Umroh?

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement