Jumat 01 Dec 2023 06:45 WIB

Economic Outlook 2024, Investasi Diperkirakan Tumbuh Positif Tapi Melandai

Tahun politik tidak terlalu mempengaruhi keputusan para pelaku usaha.

Grant Thornton menggelar event tahunan Economic Outlook 2024 bertemakan Potensi Tahun Politik dan Tantangan Ekonomi Global yang dikemas dalam format talkshow ringan di Home by Moonshine, Sampoerna Strategic Square pada tanggal 29 November 2023.
Foto: dokpri
Grant Thornton menggelar event tahunan Economic Outlook 2024 bertemakan Potensi Tahun Politik dan Tantangan Ekonomi Global yang dikemas dalam format talkshow ringan di Home by Moonshine, Sampoerna Strategic Square pada tanggal 29 November 2023.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menjelang tahun 2024, iklim politik dan kondisi moneter global akan menjadi dua tema utama yang akan mempengaruhi kondisi perekonomian Indonesia pada tahun depan. Periode Pemilu mendatang akan memiliki dampak pada pertumbuhan dan berbagai indikator makroekonomi lainnya terutama di awal tahun. Di sisi lain, dunia masih terus dibayangi berbagai risiko dan ketidakpastian. Mulai dari risiko pertumbuhan ekonomi Cina yang melemah, konflik geopolitik Ukraina-Rusia dan konflik Palestina-Israel, perubahan iklim, hingga naiknya harga komoditas secara global.

CEO Grant Thornton Indonesia, Johanna Gani, menyampaikan prediksi ekonomi Indonesia selalu menjadi sorotan di penghujung tahun, dan tahun 2024 ini tidak terkecuali.

"Tahun 2024 tidak hanya membawa tantangan, tetapi juga peluang besar untuk memberikan dampak positif pada perekonomian Indonesia. Dengan terselenggaranya acara, kami harap dapat menjadi sumber informasi mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi pertumbuhan ekonomi, peluang investasi, dan langka-langkah strategis yang nantinya dapat digunakan baik oleh pemerintah maupun pelaku bisnis," kata Joanna dalam event tahunan Economic Outlook 2024 bertemakan 'Potensi Tahun Politik dan Tantangan Ekonomi Global' di Home by Moonshine, Sampoerna Strategic Square, Kamis (29/11/2023).

Melalui Economic Outlook ini, Grant Thornton berusaha memberikan gambaran atas kondisi ekonomi yang akan dihadapi, baik di Indonesia maupun global pada tahun 2024, lalu melihat bagaimana strategi yang telah dan akan diambil pemerintah Indonesia dalam mempersiapkan perekonomian Indonesia memasuki tahun politik, serta insight-insight apa yang perlu diketahui pelaku usaha untuk menyambut 2024.

 

 

Economic Outlook tahun ini menghadirkan pembicara utama, Direktur dan Ekonom Center of Economics and Law Studies (Celios), Bhima Yudhistira Adinegara yang mengatakan investasi selalu mengalami perlambatan setiap tahun politik, sementara tahun 2024 investasi diperkirakan akan tumbuh positif namun melandai di angka 3 persen.

"Hal ini dipengaruhi, salah satunya karena investor yang masih wait and see. Namun demikian, ada juga investor yang tetap berinvestasi walau pemilu masih berlangsung khususnya untuk sektor makanan dan minuman, serta sektor otomotif karena peluang konsumsi domestik yang besar. Namun tantangan yang harus diperhatikan oleh pemerintah adalah bagaimana cara menjaga konsumsi rumah tangga dalam mendukung stabilitas ekonomi. Diperkirakan efek Pemilu sendiri hanya mempengaruhi 0,3-0,4 persen dari PDB," katanya.

“Secara umum, kinerja ekspor dan investasi Indonesia akan dipengaruhi oleh permintaan Cina, hingga situasi politik Amerika yang akan melakukan pemilu tahun depan. Kecenderungan yang sering terjadi sebelum pemilu di AS berlangsung adalah banyak dana asing di berbagai negara berkembang yang ditarik untuk diinvestasikan kembali ke pasar saham AS, termasuk Indonesia. Maka dari itu, perlu dukungan dari pemerintah untuk terus menguatkan perekonomian domestik yang banyak ditumpu oleh para pelaku usaha domestik termasuk UMKM dan juga para investor domestik. Bentuk dukungan pemerintah bisa melalui melanjutkan PPH final 0,5 persen UMKM, menunda kenaikan tarif PPN 12 persen serta adanya upaya pemerintah dalam menjaga stabilitas harga dari sisi pasokan, dan juga menjaga harga energi agar tetap stabil," kata Bhima menambahkan.

Grant Thornton menyebutkan bahwa tahun politik tidak terlalu mempengaruhi keputusan para pelaku usaha untuk mendaftarkan sahamnya di bursa saham. Assurance Partner Grant Thornton Indonesia Tagor Sidik Sigiro,mengatakan, berdasarkan pengamatan  selama ini dengan klien-klien di Grant Thornton, masih ada persiapan untuk melakukan IPO dari mulai akhir semester I tahun 2023 hingga memasuki awal tahun 2024.

"Dalam masa pendaftaran enam bulan untuk penerbitan proses IPO, para klien kami berpendapat bahwa hasil pemilu tidak terlalu mempengaruhi keputusan mereka untuk go public, karena mereka yakin bahwa saham domestik tetap akan diserap oleh investor domestik," katanya.

Sementara itu, dari sisi ekonomi global, Grant Thornton melihat bahwa Indonesia berada di posisi strategis, dimana mereka berada diantara powerhouse ekonomi seperti Tiongkok, India, dan Australia. Saat ini, kawasan Asia Pasifik ini bahkan menjadi market menarik bagi perekonomian global karena dapat mendalami dua peran sekaligus yaitu menjadi produsen maupun konsumen. Hal itu juga, menurut Grant Thornton, semakin diperkuat dengan tumbuhnya bisnis-bisnis baru di negara - negara emerging market seperti Indonesia, di kawasan Asia Pasifik.

Bhima Yudhistira mengatakan, untuk outlook, pihaknya memprediksi perekonomian Indonesia akan tumbuh di angka 5 persen pada tahun 2024 untuk best scenario, dan 4,7-4,9 persen dengan skenario moderat. F

"aktor yang tidak bisa diprediksi seperti ekspor dan investasi masih akan menjadi tantangan di tahun 2024. Namun, kami melihat bahwa masih ada harapan bagi perekonomian Indonesia dari sisi faktor konsumsi rumah tangga domestik ditopang adanya Bonus Demografi. Tugas pemerintah sekarang adalah bagaimana caranya agar masyarakat yang masuk kategori menengah ke atas untuk mulai banyak spending di dalam negeri daripada ke luar negeri. Untuk para pelaku usaha, kami sarankan untuk mulai fokus dengan hal yang berhubungan dengan isu keberlanjutan. Dengan skor ESG (Environment, Social and Governance) yang bagus, perusahaan akan lebih mudah mendapatkan pendanaan yang lebih besar, bunga lebih rendah sehingga berpengaruh terhadap brand awareness yang lebih tinggi, dan loyalitas karyawan maupun konsumen bisa terjaga. Kunci - kunci tersebut harus dijaga menuju momentum 2024," ujarnya.

Tagor mengatakan, memasuki tahun 2024, perusahaan harus mulai menuju ke hal-hal seperti sustainability dan accountability. Hal apapun yang dilakukan oleh perusahaan saat ini, bisa dinilai oleh masyarakat umum secara langsung karena penggunaan media yang sudah masif.

"Harapannya perusahaan dapat menganggap sustainability ini menjadi hal yang membuat semua stakeholder mulai aware dan aktif terhadap konsep berkelanjutan. Fokus kami di Grant Thornton saat ini adalah di kualitas sehingga kami bisa terus beradaptasi terhadap perkembangan industri. Tantangan paling utama sekarang adalah maraknya penggunaan AI, dan bagaimana kami dapat memanfaatkan teknologi ini sehingga profesi ini bisa tetap relevan. Tentunya juga yang paling kami jaga adalah bagaimana kami menjaga hubungan kami secara personal," kata Tagor Sidik Sigiro.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement