Selasa 05 Dec 2023 08:36 WIB

KTT Cina-Uni Eropa Digelar di Beijing Pekan Ini

Wang menekankan bahwa Cina dan UE adalah mitra, bukan rival.

Rep: Kamran Dikarma/ Red: Fernan Rahadi
Juru bicara Kementerian Luar Negeri China Wang Wenbin
Foto: AP Photo/Liu Zheng
Juru bicara Kementerian Luar Negeri China Wang Wenbin

REPUBLIKA.CO.ID, BEIJING  -- Cina akan menjadi tuan rumah perhelatan KTT Cina-Uni Eropa (UE) ke-24. KTT tersebut diagendakan digelar di Beijing pada Kamis (7/12/2023) mendatang. 

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) Cina, Wang Wenbin, mengungkapkan KTT Cina-UE merupakan pertemuan tahunan antara pemimpin kedua belah pihak.

Baca Juga

"KTT tahun ini bertepatan dengan peringatan 20 tahun kemitraan strategis komprehensif Cina-UE dan peringatan 25 tahun mekanisme KTT Cina-UE. KTT diikuti oleh orang-orang dari berbagai bidang di Cina dan UE serta komunitas internasional yang lebih luas," kata Wang dalam pengarahan pers, Senin (4/12/2023), dikutip laman resmi Kemenlu Cina.

Wang menambahkan, KTT mendatang akan dipimpin bersama oleh Perdana Menteri Cina Li Qiang serta Presiden Dewan Eropa Charles Michel dan Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen. Presiden Cina Xi Jinping juga diagendakan mengadakan pertemuan dengan Michel dan von der Leyen. 

"Para pemimpin kedua belah pihak akan melakukan pertukaran pandangan mendalam mengenai isu-isu strategis yang penting bagi arah hubungan Cina-UE dan isu-isu global yang menjadi kepentingan bersama untuk membuat cetak biru, mengidentifikasi fokus, dan memberikan dorongan bagi hubungan Cina-UE," ucap Wang. 

Dia mengatakan, saat ini dunia tengah menghadapi berbagai tantangan. Terkait hal itu, Wang menekankan bahwa Cina dan UE adalah mitra, bukan rival. Ia mengungkapkan, Beijing berharap KTT Cina-UE tidak hanya menciptakan peluang peningkatan kerja sama, tapi juga rasa saling percaya melalui komunikasi strategis. 

"Cina berharap kedua belah pihak dapat bekerja sama mengatasi tantangan global, memberikan dorongan baru pada perekonomian dunia, meningkatkan stabilitas situasi internasional, serta memberikan panduan strategis untuk perkembangan hubungan Cina-UE yang berkelanjutan dan sehat. Hal ini memenuhi kepentingan fundamental dan jangka panjang Cina dan UE serta memenuhi aspirasi bersama komunitas internasional," kata Wang. 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement