Jumat 08 Dec 2023 05:15 WIB

Jelang Nataru, Pemkot Malang Persiapkan Sejumlah Langkah Urai Kemacetan   

Wahyu meminta adanya pembongkaran median jalan di persimpangan PLN dan Rajabali.

Rep: Wilda Fizriyani/ Red: Fernan Rahadi
Kemacetan (ilustrasi)
Foto: ABDAN SYAKURA/REPUBLIKA
Kemacetan (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, MALANG -- Pemerintah Kota (Pemkot) Malang melalui Forum Lalu Lintas Kota Malang telah mempersiapkan sejumlah langkah untuk mengurai kemacetan di area di kawasan Kayutangan dan Jalan Semeru. Langkah ini dilakukan dalam rangka menyambut libur panjang masa Nataru 2023-2024. 

Menindaklanjuti hasil rapat Forum Lalu Lintas Kota Malang, Pj Walikota Malang Wahyu Hidayat melakukan peninjauan lapangan terkait rekayasa lalu lintas, titik parkir, pembangunan taman dan median jalan di kawasan Kayutangan dan Jalan Semeru. Peninjauan ini dilakukan untuk mencari solusi mengurai kemacetan. Kemudian juga dalam rangka menjelang nataru yang diprediksi akan mengalami peningkatan arus lalu lintas.

Wahyu meminta adanya pembongkaran median jalan di persimpangan PLN dan Rajabali. Pembongkaran ini lebih pada median pemisah jalan dan tetap menyisakan bundaran taman. 

Menurut Wahyu, pengurangan median di depan PLN bertujuan agar ada ruang pergerakan kendaraan. Hal ini terutama pergerakan kendaraan yang memang tidak boleh terhambat seperti ambulans dan damkar. "Untuk jam (stadsklok--Red) dengan pagar aman tidak kita utak-atik sama sekali. Kita hanya mengurangi dari taman yang ada, agar ada ruang pergerakan," jelasnya dalam pesan tertulis yang diterima Republika. 

 

Tidak hanya di area tersebut, median wilayah tengah area Kayutangan juga akan dikurangi. Itu artinya antara area utara dan selatan tidak terputus. Nantinya area tersebut akan ditutup dengan median sementara. 

Tindakan serupa juga akan dilaksanakan di taman perempatan Rajabali. "Nanti kita bongkar yang di Kayutangan, jadi tidak terpisah hanya bunderan saja di tengah," ungkapnya.

Selain itu, Wahyu juga meminta pegawainya untuk mengurangi ketinggian median jalan di area Tugu PKK di Jalan Semeru. Langkah ini ditunjukkan agar mempermudah manuver kendaraan di lokasi tersebut.

Di samping itu, Wahyu juga turut menindaklanjuti tingginya arus lalu lintas dari Jalan Basuki Rahmat yang masuk ke Jalan Semeru. Ia pun mengintruksikan adanya pengaturan sejumlah titik parkir di area Jalan Semeru. Pihaknya akan melarang parkir atau berhenti di sebelah kanan jalan yang berada di sebelah utara. 

Menurut dia, cara tersebut dilakukan guna memperlancar arah menuju ke Jalan Bromo maupun menuju ke Jalan Semeru dan Ijen. Sebelah kiri atau selatan boleh digunakan tetapi tempatnya terbatas.

Adapun terkait kemacetan di Jalan Semeru, persimpangan Jalan Tenes hingga perempatan Jalan Bromo, Wahyu menilai ini disebabkan oleh tingginya volume kendaraan yang parkir di badan jalan. Ia pun menginstruksikan agar ada penertiban parkir di sekitar area tersebut.

Selanjutnya, Wahyu juga meminta agar rekayasa lalu lintas ini dapat segera ditindaklanjuti oleh perangkat daerah terkait. Dia berharap kemacetan imbas dari satu jalur Kayutangan dapat segera diselesaikan langsung. 

Pihaknya akan melihat sejauh mana keberhasilan apabila mencoba strategi tersebut. Dia menargetkan startegi dapat segera dilaksanakan pada pekan depan. "Akan dikoordinasikan karena kita sudah menjelang nataru," kata dia menambahkan.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement