Kamis 14 Dec 2023 20:58 WIB

Covid-19 Meningkat, Fasyankes Yogyakarta Siapkan Layanan PCR

Perlu adanya upaya pencegahan penularan yang dilakukan serentak.

Rep: Silvy Dian Setiawan/ Red: Yusuf Assidiq
Ilustrasi Covid-19
Foto: Pixabay
Ilustrasi Covid-19

REPUBLIKA.CO.ID, YOGYAKARTA -- Kasus Covid-19 di Indonesia mulai meningkat dalam beberapa hari terakhir. Meski begitu, di Kota Yogyakarta dikatakan belum ada kasus terkonfirmasi positif Covid-19 yang dilaporkan.

Hal ini disampaikan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Yogyakarta yang menyebut belum ada laporan kasus Covid-19 dari fasilitas pelayanan kesehatan (fasyankes), baik dari puskesmas maupun dari rumah sakit.

"Belum ada laporan secara spesifik," kata Kepala Bidang Pelayanan kesehatan Dinkes Yogyakarta, Waryono, di kompleks Balai Kota Yogyakarta, Kamis (14/12/2023).

Meski begitu, Waryono menyebut seluruh fasyankes di Kota Yogyakarta sudah bisa melakukan penanganan jika ditemukan kasus Covid-19. Termasuk melakukan pemeriksaan dengan PCR untuk mendiagnosa Covid-19.

 

"Sampai saat ini belum ada (laporan kasus positif). Fasilitasnya untuk Kota Yogyakarta sendiri untuk pemeriksaan sudah siap semua, sudah bisa melakukan pemeriksaan PCR," kata Waryono.

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengungkapkan Indonesia tengah mengalami peningkatan kasus Covid-19 yang didominasi oleh subvarian EG.5. Untuk itu, Kemenkes menyatakan perlu adanya upaya pencegahan penularan yang dilakukan serentak oleh seluruh elemen masyarakat.

"Subvarian EG.5 merupakan turunan dari varian Omicron dan masuk dalam kategori variant of interest (VOI) atau varian yang memiliki mutasi genetik yang diprediksi dapat mempengaruhi karakteristik klinis virus," jelas Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik Kemenkes, Siti Nadia Tarmizi, Kamis (14/12/2023).

Lebih lanjut, Nadia mengatakan, subvarian EG.5 memiliki karakteristik yang dapat menyebabkan peningkatan kasus dan menghindari sistem kekebalan. Hal itu dapat membuat subvarian EG.5 lebih mudah menginfeksi meski tanpa perubahan tingkat keparahan.

"Namun, adanya mobilisasi masyarakat saat libur Natal 2023 dan Tahun Baru 2024 dapat berpotensi terhadap lonjakan kasus Covid-19," kata dia

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement