Senin 18 Dec 2023 15:50 WIB

Kasus Covid-19 di Jawa Tengah Meningkat

Diprediksi akan ada sekitar 13 juta jiwa yang akan masuk ke wilayah Jawa Tengah.

Rep: Bowo Pribadi/ Red: Fernan Rahadi
Covid-19 (ilustrasi)
Foto: Dok. Freepik
Covid-19 (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, SEMARANG -- Penjabat (Pj) Gubernur Jawa Tengah, Nana Sudjana mengonfirmasi sebanyak 34 orang di Jawa Tengah telah terpapar Covid-19 varian terbaru hingga Senin (18/12/2023) ini.

Dari sebanyak 34 kasus temuan Covid-19 di Jawa Tengah ini, sebanyak empat kasus di antaranya sudah melalui proses penyembuhan, sedangkan 30 orang lainnya masih dalam perawatan (treatment).

Untuk itu, segenap masyarakat di daerah ini diminta untuk mewaspadai dan mengantisipasi lonjakan kasus yang lebih banyak di masa libur Natal dan Tahun Baru pada pengujung tahun 2023 ini.

"Terlebih sebentar lagi Jawa Tengah bakal menghadapi momentum liburan akhir tahun, yang dipastiikan bakal banyak pergerakan masyarakat antar daerah," ungkapnya, di Semarang, Jawa Tengah, Senin (18/12/2023).

 

Menurut Nana, masyarakat di Jawa Tengah harus mewaspadai dengan tetap menjaga pola hidup sehat seiring meningkatnya angka Covid-19 yang sedang terjadi secara nasional maupun di lingkup Provinsi Jawa Tengah.

Sebab pada momentum liburan Natal 2023 dan Tahun baru 2024 nanti diprediksi akan banyak pergerakan masyarakat yang akan menuju ke wilayah Jawa Tengah.

Bahkan, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) telah memprediksi, pergerakan masyarakat pada momentum Nataru kali ini akan lebih tinggi dibandingkan dengan momentum Nataru pada tahun- tahun sebelumnya.

Diprediksi akan ada sekitar 13 juta jiwa yang akan masuk ke wilayah  Jawa Tengah pada liburan akhir tahun nanti, mereka berasal dari DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Timur, dan daerah lain di Pulau Jawa.

Terlebih wilayah Jawa Tengah ini merupakan sentral dari pada pergerakan masyarakat, sehingga langkah-langkah antisipatif harus ditingkatkan.

Beberapa tempat lain yang juga perlu menjadi pengamanan dari TNI-POLRI dan Pemprov adalah lokasi wisata dan tempat perbelanjaan maupun pusat aktivitas masyarakat lainnya. "Sehingga jangan sampai kasus Covid-19 meledak lagi," kata Nana Sudjana.

Masih terkait antisipasi Covid-19 ini masyarakat sudah memiliki pengalaman yang lama. Pun demikian, ia tetap berharap kepada masyarakat tetap waspada dan melakukan langkah-langkah antisipasi.

Mulai dari rajin mengenakan masker pada saat beraktivitas di pusat- pusat Kegiatan masyarakat, selalu menjaga kesehatan hingga mampu menjaga diri pada saat berada di kerumunan orang banyak.

"Saat ini dari Kementerian Kesehatan (Kemenes) juga sudah menyampaikan imbauan ketika berada di ruangan yang cukup banyak masyarakatnya, sudah mulai wajib memakai masker lagi," jelasnya.

Kapolda Jawa Tengah, Irjen Pol Ahmad Luthfi mengatakan, peningkatan kasus Covid yang terdeteksi saat ini harus diwaspadai. maka masyarakat diimbau untuk menerapkan pola hidup sehat kembali.

"Imbauan kami kepada masyarakat di Jawa Tengah agar menjaga jarak pada saat beraktivitas di lingkungan banyak kerumunan orang, artinya menjaga kesehatan kita, kalau perlu pakai masker, pola hidup sehat itu cukup," katanya.

Selain covid-19, beberapa hal lain yang perlu mendapatkan kewaspadaan masyarakat selama Nataru ini adalah perubahan musim.

Terlebih pada saat ini wilaah di jawa Tengah sudah mulai masuk musim penghujan, sehingga masyarakat yang berada di daerah rawan bencana longsor, banjir dan bencana alam lainnya agar senantiasa waspada.

"Seluruh kepala daerah dan kapolres di wlayah Jawa Tengah juga diminta untuk memetakan daerah rawan bencana dan menyiapkan sarana prasarana sebagai langkah antisipasi manakala dibutuhkan di lapangan," kata Nana.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement