Senin 25 Dec 2023 15:55 WIB

Yordania Kirim Bantuan Via Udara untuk Warga Gaza yang Berlindung di Gereja

Paket bantuan tersebut dijatuhkan dengan menggunakan parasut.

Rep: Kamran Dikarma/ Red: Yusuf Assidiq
Bangunan yang rusak terkena serangan Israel di Gaza, Palestina (ilustrasi)
Foto: EPA-EFE/MOHAMMED SABER
Bangunan yang rusak terkena serangan Israel di Gaza, Palestina (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, AMMAN -- Militer Yordania menjatuhkan bantuan kemanusiaan untuk ratusan warga Palestina di Jalur Gaza yang berlindung di Gereja Santo Porfiri. Gereja tersebut pernah menjadi target serangan udara Israel pada Oktober lalu.

''Di bawah arahan Kerajaan (Yordania), Angkatan Bersenjata Yordania pada Ahad (24/12/2023) malam menjatuhkan bantuan kemanusiaan untuk membantu mereka yang terjebak di dalam Gereja Santo Porfiri di lingkungan Al-Zaytun di Jalur Gaza utara,'' kata Angkatan Bersenjata Yordania dalam sebuah pernyataan, dikutip Anadolu Agency.

“Paket bantuan dijatuhkan dengan parasut ke gereja, yang berfungsi sebagai tempat perlindungan bagi umat Kristen dan anak-anak mereka, sementara pasukan pendudukan Israel mengepungnya,” tambah Angkatan Bersenjata Yordania dalam pernyataannya.

Militer Yordanian mengungkapkan, dengan operasi terbaru, mereka sudah tujuh kali mengirimkan bantuan kemanusiaan melalui udara untuk warga Palestina yang berlindung di Gereja Santo Porifiri.

“Ini dilakukan sebagai pesan solidaritas dengan saudara-saudara Kristen kita di daerah kantong tersebut di tengah perang Israel yang sedang berlangsung, yang telah membayangi perayaan Natal,” kata Angkatan Bersenjata Yordania.

Menurut militer Yordania, terdapat sekitar 800 warga sipil, sebagian besar warga Kristen, yang berlindung di Gereja Santo Porfiri. Mereka menghadapi kekurangan kebutuhan dasar, termasuk pangan, karena Israel mengepung dan masih melancarkan kampanye serangan udara ke daerah di sekitar gereja.

Dalam serangannya ke Gaza, Israel berulang kali menargetkan infrastruktur sipil, termasuk gereja. Pada 19 Oktober 2023, Israel mengebom Gereja Santo Porfiri.

Gereja tersebut merupakan salah satu gereja tertua di dunia yang dibangun antara tahun 1150 dan 1160-an. Serangan udara Israel ke gereja tersebut membunuh sedikitnya 18 orang.

Serangan ke Gereja Santo Porfiri memantik reaksi keras dari dunia internasional. Hal itu karena ketika dibom Israel, gereja tersebut tengah menampung warga Gaza yang sedang berlindung.

Pengeboman Gereja Santo Porfiri dikutuk keras oleh Dewan Gereja Dunia (WCC). “Kami mengutuk serangan yang tidak masuk akal terhadap kompleks suci ini dan menyerukan kepada komunitas dunia untuk menegakkan perlindungan di Gaza terhadap tempat-tempat perlindungan, termasuk rumah sakit, sekolah, dan rumah ibadah,” ujar Sekretaris Jerry Pillay, dikutip laman Vatican News.

 

Pada Ahad kemarin atau sehari sebelum Natal dirayakan, Israel terus meluncurkan serangan udara ke seluruh Gaza. Sedikitnya 20.400 penduduk Gaza telah terbunuh sejak Israel memulai agresinya pada 7 Oktober 2023. Sementara korban luka melampaui 54 ribu orang.

sumber : Anadolu Agency
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement