Rabu 03 Jan 2024 16:11 WIB

Kunjungan Wisatawan ke Sleman Selama Libur Nataru Lebihi Target

Ishadi mengatakan pergerakan didominasi oleh wisatawan nusantara.

Rep: Febrianto Adi Saputro/ Red: Fernan Rahadi
Seniman menggambar mural di Desa Wisata Rumah Domes, Prambanan, Sleman , Yogyakarta, Rabu (15/11/2023).
Foto: Republika/Wihdan Hidayat
Seniman menggambar mural di Desa Wisata Rumah Domes, Prambanan, Sleman , Yogyakarta, Rabu (15/11/2023).

REPUBLIKA.CO.ID, SLEMAN -- Dinas Pariwisata Kabupaten Sleman mengungkapkan data sementara jumlah kunjungan wisatawan ke Sleman selama libur Natal dan Tahun Baru (Nataru). Total 471.597 pergerakan wisatawan tercatat mencapai 471.597 pergerakan. 

"Dari data sementara pergerakan wisatawan selama periode 22 Desember 2023 - 1 Januari 2024 di Kabupaten Sleman, total pergerakan wisatawan adalah sebanyak 471.597 pergerakan," kata Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Sleman Ishadi Zayid, kepada Republika, Rabu (3/1/2024). 

Ishadi mengatakan pergerakan didominasi oleh wisatawan nusantara. Sebelumnya kunjungan wisatawan libur nataru di Sleman diprediksi mencapai 300 ribu. 

"Kunjungan libur nataru melebihi target tahun ini karena bersamaan dengan libur sekolah juga banyaknya event yang diselenggarakan oleh pelaku pariwisata (hotel dan destinasi)," ucapnya. 

 

Ishadi menuturkan meningkatnya kunjungan wisatawan libur nataru di Sleman  memberikan dampak positif bagi perekonomian, terutama bagi pelaku usaha kuliner. 

Sebelumnya Dinas Pariwisata Sleman mencatat hingga November 2023 jumlah kunjungan wisata di Kabupaten Sleman tercatat sebanyak 6.557.650 kunjungan. Jumlah tersebut setara dengan 93,68 persen dari target kunjungan 7 juta wisatawan sepanjang tahun ini. Kunjungan didominasi wisatawan dalam negeri 6.371.919 kunjungan atau setara dengan 97,47 persen.

Kunjungan terbanyak berasal dari Jawa Timur, Jawa Barat, Jawa Tengah, DKI Jakarta dan Banten dengan total mencapai 90,56 persen dari total kunjungan.

"Kita berharap capaian (kunjungan wisatawan) tahun ini sama dengan tahun kemarin di angka 7 juta atau bahkan bisa lebih," ungkapnya.

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement