Senin 08 Jan 2024 16:56 WIB

Amikom Dukung Upaya Pembangunan Ekonomi Kreatif dari Desa

Suyanto mengungkapkan bahwa Amikom telah mengembangkan aplikasi mobile Itani.

Rep: Febrianto Adi Saputro/ Red: Fernan Rahadi
Universitas Amikom Yogyakarta menggelar Seminar Nasional bertajuk Membangun Desa Berbasis Ekonomi Kreatif: Membangun Kualitas Pertumbuhan Anak Menjadi Siswa Unggulan, Senin (8/1/2024).
Foto: Republika/Febrianto Adi Saputro
Universitas Amikom Yogyakarta menggelar Seminar Nasional bertajuk Membangun Desa Berbasis Ekonomi Kreatif: Membangun Kualitas Pertumbuhan Anak Menjadi Siswa Unggulan, Senin (8/1/2024).

REPUBLIKA.CO.ID, SLEMAN -- Universitas Amikom Yogyakarta menggelar Seminar Nasional bertajuk 'Membangun Desa Berbasis Ekonomi Kreatif: Membangun Kualitas Pertumbuhan Anak Menjadi Siswa Unggulan'. Rektor Universitas Amikom Yogyakarta, M Suyanto, mengatakan bahwa kunci untuk membangun ekonomi kreatif ada di desa. 

"Smart village, dari desa, pusatnya adalah creative village," kata Suyanto di Universitas Amikom Yogyakarta, Senin (8/1/2024). 

Suyanto mengatakan kunci dari desa kreatif (creative village) yakni creative capital. Bersamaan dengan itu, untuk mewujudkan desa kreatif maka diperlukan makanan dan pendidikan yang baik. Untuk itu dirinya menyambut baik adanya program makan siang dan susu gratis yang diusung pasangan capres Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka.

"Very important, sangat penting," ungkapnya.

 

Suyanto mengatakan dengan tercukupinya makan dan minum, maka lebih dari seratus peluang bisnis bisa muncul di desa. Sedangkan Amikom menaruh fokus pada hilirisasi digital.

"Pertama dimulai dari food, makanan ini nanti bagaimana membuat desa itu boom, setelah itu desa itu bisa making profit dari jarak jauh," ucapnya.

Suyanto mengungkapkan bahwa Amikom telah mengembangkan aplikasi mobile Itani. Dengan adanya pengembangan teknologi tersebut diharapkan ketahanan pangan bisa terjadi.

"Misalkan di Desa Sardonoharjo dengan itani itu 70 hektar sudah setengah miliar dana mengalir disitu tanpa bantuan pemerintah, justru yang seperti itu bisa kita lakukan untuk seluruh Indonesia, maka inilah Amikom," ungkapnya. 

Anggota Dewan Pengarah Tim Kampanye Nasional Prabowo-Gibran, Hashim Djojohadikusumo yang turut hadir dalam seminar nasional tersebut mengaku takjub dengan berbagai karya yang telah dilakukan Amikom. Dirinya menilai apa yang ingin dikerjakan Prabowo-Gibran telah dilakukan oleh Amikom. 

"Amikom University betul-betul eye-opener bagi saya. Saya tidak sadar, tidak tahu bahwa ada lembaga pendidikan yang secanggih ini di Indonesia, di Indonesia. Luar biasa, luar biasa," tuturnya. 

"Sebetulnya yang bapak kerjakan di sini, di kampus ini, ini yang sebetulnya yang kita mimpikan, kita mimpi, kita cita-citakan dan bapak sudah jadikan. Ini yang sebetulnya yang disebut oleh Mas Gibran hilirisasi digital. Bapak sudah kerjakan," kata Hashim menambahkan.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement