Rabu 24 Jan 2024 16:23 WIB

39 Penghafal Alquran di Lamongan Dapat Apresiasi Tabungan dari Bank Jatim

Dirut Bank Jatim mengapresiasi Gerakan Lamongan Menghafal Alquran.

Rep: Dadang Kurnia/ Red: Irfan Fitrat
(ILUSTRASI) Membaca Alquran.
Foto: Wihdan Hidayat / Republika
(ILUSTRASI) Membaca Alquran.

REPUBLIKA.CO.ID, SURABAYA — PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur (Bank Jatim) memberikan dukungan untuk para siswa penghafal Alquran (hafiz/hafizah) di Kabupaten Lamongan. Sebagai bentuk dukungan, Bank Jatim memberikan tabungan bagi sejumlah hafiz/hafizah.

Tabungan dengan nilai masing-masing Rp 1 juta diberikan kepada 39 siswa penghafal Alquran di Kabupaten Lamongan, yang mendapat predikat “mumtaz” atau istimewa dengan nilai seratus.

Baca Juga

Direktur Utama (Dirut) Bank Jatim Busrul Iman mengatakan, Bank Jatim berupaya mendukung upaya-upaya pengembangan sumber daya manusia berakhlak di Jatim. “Termasuk di dalamnya bidang pendidikan dan pembinaan iman, serta takwa, bagi umat Islam di Jawa Timur, termasuk di Lamongan,” kata Busrul, Rabu (24/1/2024).

Busrul mengatakan, pembangunan dalam bidang pendidikan tidak bisa dilakukan oleh pemerintah saja. Semua pihak disebut harus berkolaborasi. Ia berharap apresiasi yang diberikan Bank Jatim ini dapat memberikan dukungan dan memotivasi generasi muda penghafal Alquran.

Busrul pun mengapresiasi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lamongan yang menggulirkan Gerakan Lamongan Menghafal Alquran. “Ini juga akan menjadi kebanggaan tersendiri bagi orang tua yang sudah berhasil membina anaknya hingga menjadi seorang hafiz/hafizah,” ujar Busrul.

Menurut Bupati Lamongan Yuhronur Efendi, gerakan mengaji dan menghafal Alquran ini merupakan program yang luar biasa bagi masyarakat. Ia berharap gerakan tersebut dapat menghadirkan generasi Islam yang harmonis. 

“Kami berharap ini memberikan anugerah yang besar bagi Kabupaten Lamongan dan Jawa Timur dalam membangun Indonesia yang lebih baik,” ujar Bupati.

Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa melihat banyak pihak yang memberikan dukungan terhadap para penghafal Alquran ini. “Dukungan terhadap para penghafal Alquran cukup besar. Buktinya, ada banyak sekali beasiswa yang diberikan. Sejumlah kampus pun sudah banyak yang menawarkan beasiswa untuk hafiz dan hafizah,” kata dia.

Gubernur berpesan kepada para siswa penghafal Alquran agar terus mengamalkan ilmunya. Ia juga berharap para siswa dapat terus menambah ilmu dan pengetahuan, seperti terkait sains dan teknologi.

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement