Sabtu 10 Feb 2024 14:54 WIB

Ada-Ada Saja, di Sleman ‘Power Rangers’ Jualan Cilok

Power Rangers itu biasa berjualan cilok  di ruas Jalan Magelang-Yogyakarta.

Rep: Febrianto Adi Saputro/ Red: Irfan Fitrat
Juwanso (40 tahun), penjual cilok berkostum Power Rangers di Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).
Foto: Republika/Febrianto Adi Saputro
Juwanso (40 tahun), penjual cilok berkostum Power Rangers di Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

REPUBLIKA.CO.ID, SLEMAN — Selama lebih dari dua tahun Juwanso (40 tahun) berjualan cilok. Warga Tempel, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), biasa menjual ciloknya di ruas Jalan Magelang-Yogyakarta.

Sebutir cilok dijual Juwanso Rp 500. Ia bersyukur banyak yang menyukai penganan ini. “Alhamdulillah, rasa cilok saya diterima. Soalnya ciloknya itu enggak alot, empuk,” ujar dia kepada Republika, Sabtu (10/2/2024).

Baca Juga

Bukan hanya cilok yang ditawarkan Juwanso, melainkan juga penampilannya. Penampilannya memang menarik perhatian dibandingkan pedagang cilok lain. Pasalnya, Juwanso mengggunakan kostum karakter fiksi pahlawan super Power Rangers.

Juwanso memilih Power Rangers karena teringat dengan serial televisi favoritnya di masa kecilnya. Selain Power Rangers, ada juga karakter Ksatria Baja Hitam yang dikagumi anak-anak. “Ternyata Ksatria Baja Hitam sudah ada yang pakai (pedagang) di jalan Wonosari. Dia jualan dawet. Terus saya berpikir, oh, ya sudah, Power Rangers saja,” ujar dia.

 

Koleksi kostumnya terbilang lengkap. Ada yang merah, kuning, hijau, biru, dan pink. “Kecuali yang hitam,” ujar Juwanso.

Pada awalnya Juwanso membeli kostum Power Rangers warna hijau, dengan harga sekitar satu juta rupiah. Setelah itu, ada yang mendukungnya untuk bisa membeli kostum warna lain.

“Keempat (kostum) lainnya, alhamdulillah, ada orang baik yang ngasih uang ke saya itu. Saya kumpulkan, enggak saya campur dengan uang dagangan. Memberi saya uang berarti seneng, toh. Saya balikkan lagi untuk beli (kostum warna lain),” ujar Juwanso.

Sejak menggunakan kostum Power Rangers, Juwanso mengaku kerap diajak berfoto dan dijadikan konten. Alih-alih anak-anak, yang mengajak berfoto dan membuat konten justru kebanyakan orang dewasa.

“Anak-anak bonus lah. Tapi, kebanyakan istilahnya yang sudah dewasa, seumuran saya gitu lah, yang tahu filmnya, nostalgia begitu lah,” kata Juwanso.

Tak sedikit orang yang meminta Juwanso berpose layaknya superhero atau melakukan aksi lainnya. Dari situ ia mengaku bisa mendapatkan tambahan penghasilan. “Kadang saya disuruh joget, dia kan buat konten begitu kan, saya dikasih uang,” ujar ayah dua anak itu.

 

photo
Juwanso berfoto dengan anak kecil saat berjualan cilok. - (Republika/Febrianto Adi Saputro)

 

Dengan berkostum Power Rangers, Juwanso mulai berjualan cilok sekitar pukul 08.30 WIB, hingga dagangannya habis. Biasanya cilok habis sekitar pukul 17.00 WIB. Namun, pada hari libur, Juwanso biasanya menambah stok cilok, sehingga bisa berjualan sampai malam hari.

Juwanso bersyukur bisa mendapatkan rezeki dari berjualan pengenan ini. “Alhamdulillah, kalau tiap hari itu (pemasukan) kotor 300-350 (ribu). Kotor ya. Tapi, kalau liburan kayak begini, saya bawanya (cilok) lebih banyak,” ujar dia.

 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Terkait
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement