Jumat 16 Feb 2024 16:52 WIB

Hujan di Puncak Merapi, Waspada Lahar Dingin

Masyarakat diminta mewaspadai bahaya lahar dingin yang mengalir di sungai-sungai.

Rep: Silvy Dian Setiawan/ Red: Fernan Rahadi
Luncuran lava pijar Gunung Merapi terlihat dari Srumbung, Magelang, Jawa Tengah, Jumat (2/2/2024). Data pemantauan BPPTKG menunjukkan suplai magma yang masih berlangsung dapat memicu terjadinya awan panas guguran di daerah potensi bahaya dan mengimbau masyarakat untuk mewaspadai lahar saat terjadi hujan di seputar Gunung Merapi.
Foto: ANTARA FOTO/Hendra Nurdiyansyah
Luncuran lava pijar Gunung Merapi terlihat dari Srumbung, Magelang, Jawa Tengah, Jumat (2/2/2024). Data pemantauan BPPTKG menunjukkan suplai magma yang masih berlangsung dapat memicu terjadinya awan panas guguran di daerah potensi bahaya dan mengimbau masyarakat untuk mewaspadai lahar saat terjadi hujan di seputar Gunung Merapi.

REPUBLIKA.CO.ID, YOGYAKARTA -- Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) melaporkan terjadi hujan di puncak Gunung Merapi, termasuk di kawasan lereng Merapi. Hujan tersebut terjadi mulai pukul 15.50 WIB.

"Hujan masih berlangsung saat ini pukul (16.26 WIB)," kata Kepala BPPTKG, Agus Budi Santoso, Jumat (16/2/2024).

Agus mengatakan bahwa total curah hujan di puncak Merapi mencapai 5,6 milimeter dalam durasi 30 menit. Sedangkan, intensitas hujan sendiri tercatat mencapai 11,30 milimeter per jam.

Untuk itu, masyarakat diminta mewaspadai bahaya lahar dingin yang mengalir di sungai-sungai yang berhulu Merapi. Selain itu, masyarakat juga diminta mewaspadai bahaya awan panas guguran di daerah potensi bahaya Merapi.

 

"Masyarakat diimbau utk menjauhi daerah bahaya yang direkomendasikan," ucap Agus.

Sebelumnya, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi (Stamet) YIA sudah memprediksi bahwa terjadi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat di DIY pada Jumat ini. Potensi hujan tersebut dapat terjadi di Kabupaten Sleman bagian utara dimana merupakan lokasi Gunung Merapi, dan Kabupaten Kulon Progo bagian utara.

"Potensi hujan sedang-lebat dapat terjadi siang sampai sore hari," kata BMKG Stamet YIA.

Untuk itu, BMKG Stamet YIA pun mengeluarkan peringatan dini agar masyarakat mewaspadai potensi hujan dengan intensitas sedang-lebat tersebut. Pasalnya, hujan dapat disertai dengan angin kencang.

"Waspada potensi hujan sedang-lebat yang dapat disertai kilat/petir, dan angin kencang di Sleman bagian utara dan Kulon Progo bagian utara," ucap BMKG Stamet YIA.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement