Jumat 16 Feb 2024 22:20 WIB

Gunung Semeru Kembali Erupsi, Tinggi Letusan 700 Meter

Terdata juga belasan aktivitas kegempaan Gunung Semeru pada Jumat ini.

Rep: Antara/ Red: Irfan Fitrat
(ILUSTRASI) Gunung Semeru.
Foto: EPA-EFE/SUSANTO
(ILUSTRASI) Gunung Semeru.

REPUBLIKA.CO.ID, LUMAJANG — Gunung Semeru di Jawa Timur dilaporkan kembali mengalami erupsi. Pada Jumat (16/2/2024) ini, dilaporkan erupsi kembali terjadi pada sekitar pukul 17.20 WIB.

“Tinggi kolom letusan teramati sekitar 700 meter di atas puncak atau sekitar 4.376 meter di atas permukaan laut,” kata Petugas Pos Pengamatan Gunung Api Semeru, Sigit Rian Alfian, dalam keterangan tertulisnya, Jumat.

Baca Juga

Erupsi terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 23 milimeter (mm) dan durasi 144 detik. Sigit mengatakan, kolom abu vulkanik teramati berwarna putih hingga kelabu, dengan intensitas tebal ke arah barat laut.

Sebelumnya dilaporkan erupsi terjadi pada sekitar pukul 16.37 WIB. Erupsi terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 22 mm dan durasi 127 detik, namun ketinggian kolom letusan tidak teramati.

 

Selain erupsi, dilaporkan aktivitas kegempaan Gunung Semeru. Pada Jumat ini, pukul 12.00-18.00 WIB, tercatat sebanyak 18 kali gempa letusan dengan amplitudo sekitar 10 mm-23 mm dan lama gempa berkisar 52 detik-144 detik.

Terdata juga dua kali gempa guguran dengan amplitudo sekitar 2 mm-3 mm dan lama gempa 51 detik-70 detik, serta 7 kali gempa embusan, dengan amplitudo 3 mm-6 mm dan lama gempa 35 detik-46 detik.

Status Gunung Semeru saat ini masih Level III atau Siaga. Dengan status gunung tersebut, masyarakat masih dilarang melakukan aktivita di sektor tenggara atau sepanjang Besuk Kobokan sejauh 13 kilometer dari puncak gunung (pusat erupsi).

Di luar jarak tersebut, masyarakat diminta tidak melakukan aktivitas pada jarak 500 meter dari tepi sungai di sepanjang Besuk Kobokan karena berpotensi terdampak perluasan awan panas dan aliran lahar hingga jarak 17 kilometer dari puncak.

Masyarakat juga diminta tidak beraktivitas dalam radius lima kilometer dari kawah atau puncak Gunung Semeru karena rawan terhadap bahaya lontaran batu (pijar). 

Masyarakat pun diimbau mewaspadai potensi awan panas, guguran lava, dan lahar di sepanjang aliran sungai atau lembah yang berhulu di puncak Gunung Api Semeru, terutama sepanjang Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat, serta potensi lahar pada sungai-sungai kecil yang merupakan anak sungai dari Besuk Kobokan.

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement