Selasa 27 Feb 2024 15:23 WIB

Ada Warga Meninggal Akibat DBD, Dinkes Batang Minta Gencarkan PSN

Tahun ini sudah terdata 32 kasus DBD di Kabupaten Batang.

Rep: Antara/ Red: Irfan Fitrat
(ILUSTRASI) Kader juru pemantau jentik nyamuk memeriksa bak penampungan air.
Foto: ANTARA/Andi Bagasela
(ILUSTRASI) Kader juru pemantau jentik nyamuk memeriksa bak penampungan air.

REPUBLIKA.CO.ID, BATANG — Seorang warga di Kabupaten Batang, Jawa Tengah, meninggal dunia akibat penyakit demam berdarah dengue (DBD). Adapun pada Januari 2024 hingga Februari ini sudah terdata 32 kasus DBD.

Mengantisipasi penyakit akibat virus yang dibawa nyamuk Aedes aegypti itu, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Batang mengajak masyarakat menggencarkan upaya pemberantasan sarang nyamuk (PSN). 

Baca Juga

“Kami juga mengingatkan warga bahwa fogging atau penyemprotan insektisida tidak cukup efektif untuk menanggulangi demam berdarah. Hal yang paling efektif justru menggencarkan gerakan PSN,” kata Kepala Dinkes Kabupaten Batang Didiet Wisnuhardanto, Selasa (27/2/2024).

Didiet mengatakan, fogging hanya ditujukan dalam situasi tertentu, misalnya di suatu tempat ditemukan kasus DBD. “Namun, fogging harus tetap diikuti dengan gerakan PSN yang dilakukan secara rutin dan teratur. Ada kesalahpahaman di masyarakat bahwa fogging adalah solusi terbaik untuk mengatasi demam berdarah, padahal hal itu hanya bersifat sementara,” kata dia.

 

Gerakan PSN itu, antara lain 3M. Masyarakat diminta rutin membersihkan atau menguras tempat-tempat penampungan air dan menutupnya. “Arti menutup adalah menutup rapat-rapat tempat-tempat yang berisi air, seperti drum, gentong, atau dispenser agar tidak menjadi tempat berkembang biak nyamuk,” ujar Didiet.

Selain itu, mengubur atau membersihkan barang-barang yang bisa menampung air dan berpotensi menjadi sarang nyamuk. Warga juga diminta rutin membersihkan lingkungan sekitar.

Bagi warga yang mengalami gejala seperti terserang DBD, Didiet mengimbau langsung memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan. Gejala DBD itu, seperti demam tinggi, nyeri otot, nyeri sendi, dan muntah.

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement