Sabtu 23 Mar 2024 23:52 WIB

233 Kasus DBD di Boyolali, Lima Orang Meninggal Dunia

Dinkes Boyolali meminta warga menggencarkan pemberantasan sarang nyamuk.

Rep: Antara/ Red: Irfan Fitrat
(ILUSTRASI) Pasien demam berdarah dengue (DBD).
Foto: ANTARA FOTO/Yusuf Nugroho
(ILUSTRASI) Pasien demam berdarah dengue (DBD).

REPUBLIKA.CO.ID, BOYOLALI — Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah, mencatat 233 kasus demam berdarah dengue (DBD) sejak awal 2024. Masyarakat diimbau tetap waspada akan penyebaran penyakit akibat virus yang dibawa nyamuk Aedes aegypti itu.

Kepala Dinkes Kabupaten Boyolali Puji Astuti menjelaskan, pada Januari lalu terdata 81 kasus DBD. Kemudian pada Februari 86 kasus dan pada Maret ini sudah 66 kasus. Kasus DBD itu disebut tersebar di 22 kecamatan.

Baca Juga

Menurut Puji, ada lima orang meninggal dunia akibat DBD. Tiga di antaranya warga Wonosamodro. Satu lainnya warga Teras dan satu warga Wonosegoro.

Mengantisipasi penyebaran DBD, Puji mengimbau warga tetap menggencarkan pemberantasan sarang nyamuk (PSN). “Dinkes Boyolali mengimbau tetap waspada, melakukan PSN dengan cara bersih-bersih secara serentak dalam satu lingkungan di wilayah kecamatan, sehingga tidak hanya memindahkan nyamuk ke tempat yang lain,” kata dia, Sabtu (23/3/2024).

Warga juga diharapkan memantau ada atau tidaknya jentik nyamuk di tempat penampungan air yang ada di rumah. Puji mengatakan, warga bisa meminta obat pembunuh jentik di puskesmas.

“Jika ada anggota keluarga yang mengalami gejala mengarah ke demam berdarah, sebaiknya segera diperiksakan ke dokter atau layanan kesehatan terdekat,” ujar Puji.

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement