Ahad 31 Mar 2024 16:04 WIB

Konsumsi Gas di Rumah Tangga & UMKM di Jatim Naik 15 Persen Saat Ramadhan

PGN memastikan pasokan gas alam aman.

Rep: Dadang Kurnia/ Red: Karta Raharja Ucu
Ibu memasak di dapur. Konsumsi gas rumah tangga dan UMKM selama Ramadhan naik 10-15 persen di Jawa Timur.
Foto: ANTARA/Adwit B Pramono
Ibu memasak di dapur. Konsumsi gas rumah tangga dan UMKM selama Ramadhan naik 10-15 persen di Jawa Timur.

REPUBLIKA.CO.ID, SURABAYA -- PT Perusahaan Gas Negara (PGN) memastikan pasokan gas bumi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Jatim sepanjang Ramadhan hingga Lebaran Idul Fitri dalam keadaan aman. General Manager Sales and Operation Region (SOR) III PGN, Hedi Hedianto mencatat, sepanjang Ramadhan, ada peningkatan konsumsi bahan bakar gas sebesar 10 hingga 15 persen pada sektor rumah tangga maupun UMKM.

"Terutama (UMKM) yang bergerak di bidang makanan. Itu selama momen Ramadhan tahun ini," kata Hedi, Ahad (31/3/2024).

Hedi menjelaskan, rata-rata konsumsi bahan bakar gas pada sektor rumah tangga selama Ramadhan mencapai 12 hingga 13 meter kubik per bulan per pelanggan. Jumlah tersebut setara tabung gas berukuran 12 kilogram. Sedangkan konsumsi gas pada sektor UMKM rata-rata sekitar 50 meter kubik per bulan per pelaku usaha.

Dalam upaya  memastikan penyaluran bahan bakar gas ke konsumen melalui jaringan pipa PGN terjamin, Hedi menyatakan, pihaknya telah menyiapkan Satuan Tugas Ramadhan dan Idul Fitri (Satgas Rafi) yang berjalan sejak awal Ramadhan. Hedi mengatakan, setiap perayaan hari besar keagamaan maupun tahun baru, pihaknya selalu membentuk satuan tugas khusus.

"Ini untuk menjamin penyediaan energi PGN karena gas ini juga digunakan untuk rumah tangga, industri, dan transportasi. Bentuk kegiatan yang dilakukan meliputi pengecekan jaringan, perbaikan, dan pemantauan agar tidak ada gangguan dalam suplainya," ujar Hedi.

Hedi memastikan, Satgas Rafi SOR III PGN bekerja 24 jam dalam waktu 7 hari dan tersebar di seluruh wilayah kerja yang meliputi Jawa Timur, Jawa Tengah, Bali, Nusa Tenggara, Balikpapan, dan Kawasan Timur Indonesia. Hedi mengingatkan, bagi masyarakat yang membutuhkan layanan kedaruratan terkait gas bumi, agar segera menghubungi Call Center Pertamina atau lewat aplikasi MyPertamina.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement