Jumat 05 Apr 2024 07:49 WIB
Hikmah Ramadhan

Memberikan Kemudahan kepada Sesama dengan Desain Universal

Pentingnya mempersiapkan dan merencanakan ruang-ruang aksesibel sebelum membangunnya.

Indah Pujiyanti
Foto: dokpri
Indah Pujiyanti

Oleh : Indah Pujiyanti, S.T.,M.Sc (Dosen Prodi Arsitektur UNISA Yogyakarta)

REPUBLIKA.CO.ID, Mendapatkan kemudahan akses merupakan hak semua orang tanpa membedakan jenis kelamin, umur, ataupun kondisi tubuh. Dalam kehidupan sehari-hari,  mungkin kita tidak terlalu merasakan kesulitan dalam mengakses setiap tempat yang biasa kita lalui maupun tempat kita berkegiatan.

Akan tetapi disisi lain, ada beberapa orang seperti lansia, ibu hamil, anak-anak dan difabel yang merasakan kesulitan dalam mengaksesnya. Sesuatu yang menurut kita tidak berarti dan terlewatkan ternyata sangat berarti besar bagi mereka.

Kita mungkin tidak pernah memperhatikan adanya huruf braile di tombol lift ataupun di tempat lain yang ternyata itu sangat berarti bagi teman-teman tuna netra. Bahkan terkadang kita juga tidak peduli dengan fungsi guiding block berwarna kuning yang terpasang dijalur pejalan kaki yang sering kita lewati sehingga menganggapnya hal biasa saja padahal itupun sangat berarti bagi tuna netra sebagai pemandu mereka utk mengakses suatu tempat.

Dalam kondisi lain seperti ibu hamil, lansia maupun pengguna kursi roda juga memerlukan kemudahan akses seperti penggunaan ramp yang landai sebagai pengganti tangga. 

Rasulullah SAW mengingatkan kita dalam hadistnya yang diriwayatkan oleh Abu Daud dan Tirmidzi: "Barangsiapa yang memberi kemudharatan kepada seorang muslim, Allah akan memberi kemudharatan kepadanya. Barangsiapa yang menyusahkan seorang Muslim, Allah akan menyusahkan dia."

Maka dari itu, alangkah baiknya jika kita turut menciptakan kemudahan akses untuk semua orang pada saat kita akan mendesain ruang publik maupun ruang hunian kita. Prinsip desain universal dapat menjadi acuan dalam mendesain bangunan yang aksesibel.

Secara umum desain universal menurut peraturan menteri PUPR Nomor 14 tahun 2017 merupakan desain yang dapat digunakan oleh semua orang secara bersama-sama tanpa diperlukan adaptasi atau perlakuan khusus. 

Prinsip desain universal antara lain memberikan kesetaraan penggunaan ruang, keselamatan dan keamanan bagi semua, kemudahan akses tanpa hambatan, kemudahan akses informasi, kemandirian penggunaan ruang, efisiensi upaya pengguna, dan kesesuaian ukuran dan ruang secara ergonomis. 

Poin penting yang harus diperhatikan dalam desain universal adalah dapat menciptakan ruang berkegiatan yang mudah diakses semua orang secara mandiri. Sehingga pengguna kursi roda, tuna netra, lansia maupun yang lainnya dapat berkegiatan secara 'normal' dan nyaman tanpa bantuan orang lain. 

Menciptakan ruang dan bangunan yang aksesibel pada dasarnya tidak bermanfaat hanya untuk teman-teman yang berkebutuhan khusus saja. Akan tetapi akan bermanfaat juga untuk kita, keluarga kita, saudara kita, teman-teman kita maupun orang- orang terdekat kita suatu hari nanti.

Karena kita tidak akan pernah tahu apa yang akan terjadi pada kondisi tubuh kita dan orang terdekat kita di kemudian hari yang mungkin menyebabkan kita menjadi 'berkebutuhan khusus' dalam waktu sementara ataupun permanen.

Kondisi yang paling memungkinkan adalah pasti kita akan menua dan memungkinkan akan adanya penurunan kemampuan pada tubuh kita seperti berkurangnya fungsi penglihatan, fungsi pendengaran, maupun motorik.

Maka dari itu, pentingnya mempersiapkan dan merencanakan ruang-ruang yang aksesibel sebelum membangunnya agar tidak menyebabkan kesulitan di kemudian hari. Dan yang tidak kalah penting juga mari sama-sama merawat fasilitas publik yang telah menerapkan desain universal agar dapat digunakan sebagaimana mestinya bagi yang membutuhkan.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement