Rabu 24 Apr 2024 16:56 WIB

Tujuh Rumah di Karangwuni Temanggung Terancam Longsor

Warga diminta evakuasi saat turun hujan dengan intensitas tinggi dan lama.

Rep: Antara/ Red: Irfan Fitrat
(ILUSTRASI) Lokasi bencana longsor.
Foto: Antara/Anis Efizudin
(ILUSTRASI) Lokasi bencana longsor.

REPUBLIKA.CO.ID, TEMANGGUNG — Bencana longsor mengancam tujuh rumah warga di Dusun Kedawung, Desa Karangwuni, Kecamatan Pringsurat, Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah. Warga di daerah rawan terdampak longsor itu diminta waspada.

Longsor dilaporkan terjadi pada Selasa (23/4/2024) malam. Salah satu pemilik rumah yang terancam longsor, Istofa, mengatakan, longsor terjadi empat kali setelah turun hujan deras sejak dua hari lalu. Longsor terjadi pada tebing yang berada di depan rumahnya.

Baca Juga

“Longsor ini mengancam tujuh rumah dan sekarang kondisi tanah sudah retak memanjang karena tanahnya gembur. Tiang teras rumah bagian depan milik saya sudah menggantung dan rawan roboh jika terjadi longsor susulan,” kata Istofa.

Menurut Istofa, saat kejadian longsor, tidak ada korban jiwa maupun luka. Saat ini, ia mengaku waspada mengantisipasi kejadian serupa. “Kami masih tinggal di rumah. Sementara rumah masih aman. Tapi, kalau agak darurat, mungkin kami akan pindah ke rumah tetangga,” ujar dia.

Kepala Desa Karangwuni, Prihanto, mengatakan, intensitas hujan tinggi mengakibatkan tebing setinggi sekitar 10 meter dan panjang 35 meter di Dusun Kedawung longsor. 

“Terkait musibah ini, kami dari pihak desa sudah berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Temanggung untuk penanganan darurat. Kami juga sudah berkomunikasi untuk meminta beronjong sepanjang 35 meter dan tingginya 10 meter agar tujuh rumah itu aman dari musibah longsor,” kata Prihanto, Rabu (24/4/2024).

Menurut Prihanto, permukiman di wilayah Dusun Kedawung dan Pucung rawan terdampak longsor pada musim hujan karena berada di kawasan tebing. Ia mengimbau warga di daerah rawan longsor untuk meningkatkan kewaspadaan. Jika turun hujan deras dengan durasi lama, warga diminta siaga melakukan evakuasi ke tempat yang dinilai aman.

 

Dapat mengunjungi Baitullah merupakan sebuah kebahagiaan bagi setiap Umat Muslim. Dalam satu tahun terakhir, berapa kali Sobat Republika melaksanakan Umroh?

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement