Selasa 28 May 2024 16:36 WIB

Sekolah Damai Digelar di SMA 3 Semarang

SMA 3 Semarang adalah sekolah favorit yang banyak mencetak pejabat negara.

Deputi 1 Bidang Pencegahan, Perlindungan, dan Deradikalisasi BNPT RI Mayjen TNI Roedy Widodo bersama para guru peserta Sekolah Damai di SMA 3 Semarang.
Foto: dokpri
Deputi 1 Bidang Pencegahan, Perlindungan, dan Deradikalisasi BNPT RI Mayjen TNI Roedy Widodo bersama para guru peserta Sekolah Damai di SMA 3 Semarang.

REPUBLIKA.CO.ID, SEMARANG — Badan Nasional Penanggulangan Terorisme Republik Indonesia (BNPT RI) kembali menggelar lanjutan program 'Sekolah Damai' di Sekolah Menengah Atas (SMA) 3 Semarang, Senin (20/5/2024). Pelaksanaan program Sekolah Damai ini merupakan upaya BNPT RI berkolaborasi dengan Kementerian Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek), Duta Damai Dunia Maya Provinsi Jawa Tengah, dan SMA 3 Semarang.

Deputi 1 Bidang Pencegahan, Perlindungan, dan Deradikalisasi BNPT RI Mayjen TNI Roedy Widodo saat membuka kegiatan mengatakan, kegiatan di SMA 3 Semarang merupakan kegiatan keempat yang digelar BNPT RI melalui Subdit Kontra Propaganda. Sebelumnya, Sekolah Damai sudah digelar di SMA 1 Palu, SMA 3 Serang, dan Ponpes Darussalam Blokagung Banyuwangi.

"Program Sekolah Damai ini adalah bagian dari upaya kita bersama untuk menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, damai, dan penuh dengan nilai-nilai toleransi. Itu penting dalam rangka untuk melawan intoleransi yang bisa mengarah ke radikalisme dan terorisme, kekerasan, dan bullying," ujar Mayjen Roedy Widodo.

Deputi 1 menambahkan bahwa pihaknya sengaja memilih SMA 3 Semarang sebagai tempat pelaksanaan pertama Sekolah Damai di Jawa Tengah dengan pertimbangan bahwa sekolah ini adalah sekolah favorit yang banyak mencetak pejabat negara. Disamping itu dukungan dari satuan pendidikan sendiri yaitu SMA 3 sendiri seperti guru, siswa, dan para alumni dan stakeholder terkait juga luar biasa.

Ia menguraikan bahwa Sekolah Damai merupakan bagian dari tujuh program prioritas yang dicanangkan oleh Kepala BNPT RI Komjen Pol Prof Mohammed Rycko Amelza Dahniel. Dengan Sekolah Damai diharapkan dapat menciptakan public resilience (ketahanan masyarakat) dan public awareness (kepedulian masyarakat) untuk menumbuhkembangkan suatu ketahanan di satuan pendidikan, lingkungan masyarakat.

"Harapannya masyarakat dan para siswa memiliki daya tangkal, daya cegah, dan deteksi dalam melawan potensi intoleransi yang mengarah ke radikalisme dan tindak pidana terorisme," harap Roedy.

Kegiatan hari pertama Sekolah Damai di SMA 3 Semarang ini diisi dengan Pelatihan Guru Dalam Rangka Menumbuhkan Ketahanan Satuan Pendidikan Dalam Menolak Paham Intoleransi, Kekerasan, dan Bullying. Selain Deputi 1, hadir pada kegiatan ini Direktur Pencegahan BNPT RI Prof. Dr. Irfan Idris, MAg, Kakanwil Kemendikbudristek Uswatun Hasanah, Kepala Sekolah SMAN 3 Semarang  Yuwana. Narasumber menghadirkan Mohammad Abdullah Darraz (dosen Uhamka), Sri Puji Mulyo Siswanto (mitra deradikalisasi), dan Muslicha (dosen program studi bimbingan dan konseling Pusat Kajian Konseling Pendidikan  dan Komunitas  Fakultas Ilmu Pendidikan dan Psikologi Unes).

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement