Jumat 12 Dec 2025 15:44 WIB

Polda DIY Siagakan Pengamanan Jelang Nataru, Ingatkan Bahaya Gelombang Tinggi di Akhir Tahun

Pengamanan Nataru mengingat kawasan pesisir selatan DIY menjadi destinasi favorit.

Rep: Wulan Intandari/ Red: Karta Raharja Ucu
Kapolda DIY Irjen Anggoro Sukartono.
Foto: Wulan Intandari/ Republika
Kapolda DIY Irjen Anggoro Sukartono.

REPUBLIKA.CO.ID, YOGYAKARTA -- Menjelang libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/2026, Polda Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menekankan kewaspadaan terhadap potensi gelombang tinggi di wilayah pantai selatan. Ini menjadi salah satu fokus utama pengamanan Nataru mengingat kawasan pesisir selatan DIY selalu menjadi destinasi favorit wisatawan.

Kapolda DIY Irjen Anggoro Sukartono menyampaikan, potensi gelombang tinggi diprediksi terjadi pada 14–18 Desember 2025. Kondisi ini harus menjadi perhatian bagi seluruh masyarakat, khususnya wisatawan dan nelayan yang beraktivitas di sekitar pantai.

Polda DIY mengimbau seluruh wisatawan yang akan berlibur ke pantai selatan untuk selalu mengikuti arahan petugas, memperhatikan rambu keselamatan, serta memantau informasi cuaca dan lalu lintas dari sumber resmi selama masa Nataru. Wisatawan juga diharapkan tidak memaksakan diri untuk beraktivitas di zona berbahaya apabila kondisi gelombang dinyatakan tinggi.

"Ancaman ini harus disampaikan pada masyarakat, baik kepada wisatawan, penduduk, juga kepada para nelayan," katanya, Jumat (12/12/2025).

Selain ancaman gelombang tinggi, lonjakan kunjungan wisata yang setiap tahun terjadi pada masa libur akhir tahun juga diantisipasi. Anggoro tak menepis bahwa peningkatan mobilitas masyarakat ini berpotensi menimbulkan kemacetan dan meningkatkan kerawanan tindak kriminalitas, terutama di kawasan wisata populer.

"Yogyakarta adalah salah satu tujuan wisata, kita memprediksi akan muncul kemacetan lalu lintas, kemudian potensi kriminalitas dari kegiatan masyarakat," ujarnya.

Untuk memastikan keamanan sepanjang periode liburan di momen tersebut, Polda DIY menurunkan 1.975 personel dalam operasi kepolisian terpusat. Operasi ini akan melibatkan TNI, pemerintah daerah, instansi terkait, hingga elemen masyarakat.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement