Selasa 30 Dec 2025 20:16 WIB

Gen Z Ingin Indonesia Direset

Selama ini banyak gen z yang tidak peduli dengan kondisi Indonesia.

Buku Indonesia Reset.
Foto: IST
Buku Indonesia Reset.

REPUBLIKA.CO.ID, JEMBER -- Generasi Z atau Gen Z mendukung Indonesia direset. Keinginan itu terlihat saat puluhan Gen Z antusias mengikuti kegiatan diskusi bedah buku Reset Indonesia yang dihadiri salah satu penulisnya Farid Gaban di salah satu kafe di Kabupaten Jember, Jawa Timur, Senin (29/12/2025) malam.

"Banyak permintaan dari berbagai daerah untuk menggelar acara bedah buku Reset Indonesia dan di Jember merupakan titik ke-51," kata Farid Gaban dalam keterangan yang diterima di Jember, Selasa (30/12/2025).

Baca Juga

Diskusi dan bedah buku karya Farid Gaban, Dandhy Laksono, Yusuf Priambodo, dan Benaya Harobu di Kabupaten Jember merupakan lokasi ke-51 yang disinggahi para penulis setelah perjalanan diskusi dimulai dari Jawa Barat dan berakhir di Jawa Timur pada penghujung 2025. Buku tersebut ditulis setelah menjalani tiga ekspedisi, yakni Ekspedisi Zamrud Khatulistiwa (2009-2010), Ekspedisi Indonesia Biru (2015-2016) dan Ekspedisi Indonesia Baru (2022-2023).

"Selama melakukan perjalanan keliling tanah air selama 16 tahun, saya merasa bahwa Indonesia perlu direset total, bukan hanya di-restart," tuturnya.

Ia menjelaskan ada beberapa poin penting yang disampaikan dalam bedah buku tersebut di antaranya isu konflik agraria, ekonomi yang ramah terhadap lingkungan, politik, reformasi pendidikan yang lebih baik, penguatan ekonomi hingga jaminan kedaulatan rakyat. "Para penulis menyusunnya dengan menggabungkan data, teori, dan hasil pengamatan lapangan, sehingga kami memaparkan fakta yang terjadi hasil keliling Indonesia itu," katanya.

Farid mengatakan tidak hanya masalah yang disampaikan dalam buku tersebut, namun disertai berbagai solusi yang ditawarkan oleh masyarakat di daerah setempat. Acara bedah buku Reset Indonesia itu juga dihadiri oleh berbagai komunitas seperti aktivis NGO, jurnalis, akademisi dan mahasiswa.

Salah seorang mahasiswa di Jember, Habibah mengaku antusias mengikuti bedah buku tersebut karena selama ini tidak peduli dengan kondisi Indonesia baik itu isu lingkungan maupun politik. "Saya jadi tahu bagaimana kondisi Indonesia saat ini, sehingga menambah wawasan untuk lebih peduli terhadap negara tercinta," ujarnya. Acara bedah buku tersebut diakhiri dengan menyanyikan lagu Bagimu Negeri dan menyalakan lilin bersama.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement