Rabu 25 Feb 2026 09:12 WIB

Yogya Memanas, Polda DIY Jadi Sasaran Amarah Massa Gara-Gara Brimob Bunuh Remaja di Maluku

Massa marah dan memprotes kasus anggota Brimob yang membunuh siswa di Tual, Maluku.

Rep: Wulan Intandari/ Red: Karta Raharja Ucu
Ratusan massa dalam aksi demonstrasi di Polda DIY, Senin (24/2/2026).
Foto: Wulan Intandari/Republika
Ratusan massa dalam aksi demonstrasi di Polda DIY, Senin (24/2/2026).

REPUBLIKA.CO.ID, YOGYAKARTA -- Selasa, 24 Februari 2026 sore, Polda DIY meningkatkan kesiagaan menyusul beredarnya informasi seruan aksi demonstrasi di media sosial dan pesan berantai WhatsApp yang mengajak masyarakat menggelar unjuk rasa. Sebagai langkah antisipasi, aparat telah memasang kawat berduri di halaman depan Mapolda DIY dan menyiagakan sejumlah kendaraan taktis (rantis).

Ratusan personel kepolisian juga terlihat mengikuti apel kesiapan di halaman Mapolda sekitar pukul 15.00 WIB, tadi. Informasi yang beredar menyebutkan aksi akan digelar pukul 16.30 WIB. Republika yang berada di lokasi melihat massa aksi mulai berdatangan sejak pukul 17.00 WIB.

Baca Juga

Kabid Humas Polda DIY, Kombes Pol Ihsan, mengimbau agar penyampaian aspirasi dilakukan secara tertib dan damai. Melalui unggahan di akun Instagram resmi @poldajogja, ia menekankan pentingnya menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat.

"Bagi adik-adik yang akan menyampaikan aspirasi hari ini, silakan dilaksanakan dengan tertib dan damai. Mari kita jaga Jogja agar tetap aman dan kondusif," ujar Ihsan dalam keterangannya di Instagram, dilihat Republika, Selasa (24/2/2026).

photo
Ratusan massa dalam aksi demonstrasi di Polda DIY, Senin (24/2/2026). - (Wulan Intandari/Republika)

Namun imbauan itu hanya sekadar angin lalu. Aksi demontrasi yang digelar di kawasan Polda DIY Selasa (24/2/2026) malam pecah dan sempat diwarnai kericuhan. Massa yang mengatasnamakan masyarakat yang resah terhadap aparat kepolisian itu memulai aksinya sekitar pukul 18.30 WIB atau selepas berbuka puasa. 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement