Senin 05 Jan 2026 02:02 WIB

Trump Upload Foto Presiden Venezuela Maduro Ditahan di Kapal Perang AS dengan Mata Tertutup

Dalam foto yang diunggah Trump, Maduro ditahan di atas kapal perang USS Iwo Jima.

Tangkapan layar unggahan Presiden AS Donald Trump di platform Truth Social yang menampilkan foto Presiden Venezuela Nicolas Maduro yang ditangkap dan berada dalam tahanan AS di atas kapal perang USS Iwo Jima.
Foto: Republika/ Truth Social @realDonaldTrump
Tangkapan layar unggahan Presiden AS Donald Trump di platform Truth Social yang menampilkan foto Presiden Venezuela Nicolas Maduro yang ditangkap dan berada dalam tahanan AS di atas kapal perang USS Iwo Jima.

REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON -- Presiden Amerika Serikat Donald Trump merilis foto Presiden Venezuela Nicolas Maduro yang ditangkap pasukan AS tengah berada di atas kapal perang USS Iwo Jima. Foto itu diunggah Trump, Sabtu (3/1/2025).

Dalam foto yang diunggah Trump di platform Truth Social miliknya, Maduro terlihat mengenakan setelan olahraga, matanya ditutup dan headphone terpasang di telinganya. Kemungkinan hal itu dimaksudkan agar Maduro tidak mengetahui di mana dia berada atau memahami apa yang sedang terjadi di sekitarnya.

Baca Juga

Pemerintah Venezuela sebelumnya menyatakan tidak mengetahui keberadaan Maduro dan mendesak AS untuk memberikan bukti sang presiden dalam keadaan baik. Sebelumnya pada hari yang sama, Trump mengumumkan pasukannya telah melancarkan operasi militer skala besar di Venezuela.

Trump juga mengeklaim Maduro dan istrinya, Cilia Flores, telah ditangkap dan diterbangkan ke luar negeri. Trump mengatakan pihaknya sempat mempertimbangkan kemungkinan membunuh Presiden Venezuela Nicolas Maduro saat operasi penangkapannya, sebuah pernyataan yang memicu sorotan internasional dan memperdalam ketegangan terkait tindakan AS di negara Amerika Latin itu.

“Itu bisa saja terjadi,” kata Trump kepada wartawan, Sabtu, menjawab pertanyaan apakah opsi mematikan dipertimbangkan dalam operasi tersebut.

Trump menambahkan Maduro berupaya melarikan diri ke tempat yang dianggap aman selama operasi AS berlangsung, namun gagal melakukannya. Dalam pernyataan terpisah yang dikutip media, Caine mengatakan bahwa Maduro dan istrinya, Cilia Flores, yang menurut AS telah didakwa, akhirnya menyerah dan ditahan oleh Departemen Kehakiman Amerika Serikat dengan dukungan militer AS.

Operasi itu, kata Caine, dijalankan dengan “profesionalisme dan presisi” tanpa menimbulkan korban jiwa di pihak Amerika Serikat.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement