REPUBLIKA.CO.ID, YOGYAKARTA -- Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo ingin menyulap Sungai Code menjadi destinasi wisata baru di Kota Yogyakarta. Jika keindahan dan kebersihan sungai dijaga dengan baik, Hasto menyakini bakal menjadi magnet bagi wisatawan, sekaligus menjadi ruang publik yang nyaman bagi warga. Apalagi di sepanjang sungai tersebut terdapat jembatan ikonik seperti Jembatan Gondolayu dan Jembatan Sayidan yang dapat menjadi titik fokus wisata.
"Harapannya, setelah kami kukuhkan Komunitas Peduli Sungai kemudian bisa menghidupkan tempat ini. Saya yakin bisa untuk wisata di sini, hanya lingkungannya harus bersih, harus apik, rumput-rumput di dinding kita gotong royong untuk bersihkan," katanya saat Pengukuhan Komunitas Peduli Sungai Bendung Surokarsan–Kali Code di Prawirodirjan, Kemantren Gondomanan, Kota Yogyakarta.
Hasto menyampaikan di Bendung Surokarsan, sudah tersedia lintasan jogging hingga bangunan pendapa yang dapat dimanfaatkan sebagai fasilitas wisata. Selain itu, ia juga menyoroti dinding di sekitar bendung yang dapat dihiasi mural berisi nasihat, sekaligus menjadi spot swafoto bagi pengunjung.
Untuk mewujudkannya, Hasto menyebut tidak bisa dilakukan oleh pemerintah saja. Karenanya, Pemerintah Kota menggandeng Komunitas Peduli Sungai sebagai upaya untuk menjaga kebersihan, mengelola sampah, dan memelihara lingkungan sungai Code.
"Destinasi wisata itu harus ada magnetnya. Bisa dimulai dari kreativitas komunitas peduli sungai untuk menghadirkan wisata yang sifatnya lokal dulu, termasuk pentas seni budaya," ujarnya.
"Kemampuan pemerintah kota itu terbatas, sementara kemampuan masyarakat itu betul-betul luar biasa. Oleh karena itu, kami sangat bertumpu kepada komunitas peduli sungai," kata Hasto menambahkan.
Selain aspek lingkungan, Hasto juga melihat kesempatan mengembangkan potensi ekonomi melalui wisata berbasis aktivitas warga di bantaran sungai. Ia berharap masyarakat secara umum turut ambil bagian dalam menjaga kelestarian sungai. Keberadaan komunitas peduli sungai ini juga memiliki tanggung jawab menumbuhkan kecintaan masyarakat bantaran sungai, sehingga aktivitas yang merusak sungai seperti membuang sampah sembarangan bisa dihilangkan.
"Arahan Ngarsa Dalem (Sultan HB X), kalau kita membangun komunitas sungai dan membersihkan sungai ini, jangan lupa kerja sama dengan kabupaten yang di hulu dan kabupaten yang di hilir," ucapnya.
Sementara itu, Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Serayu Opak Maryadi Utama menyampaikan pentingnya edukasi dan mitigasi bencana. Pihaknya juga berharap Komunitas Peduli Sungai Bendung Surokarsan-Kali Code dapat ikut berperan aktif dalam mengedukasi masyarakat sekitar sungai untuk senantiasa menjaga kebersihan, serta memperkuat mitigasi bencana.
"Sepanjang Kali Code ini harus kita jaga, baik penutupan lahannya maupun kebersihan sungainya, sehingga bencana bisa kita hindari," kata Maryadi.