Sabtu 21 Feb 2026 04:22 WIB

Santri di Wonogiri Tewas Dianiaya Teman, Polisi Sebut Pengurus Sekolah Berpeluang Jadi Tersangka

DRP diduga tewas dianiaya oleh teman sekelasnya.

Rep: Kamran Dikarma/ Red: Karta Raharja Ucu
Ilustrasi santri dianiaya hingga tewas.
Foto: Open AI
Ilustrasi santri dianiaya hingga tewas.

REPUBLIKA.CO.ID, WONOGIRI -- Kasat Reskrim Polres Wonogiri Iptu Agung Sedewo mengatakan, pihaknya membuka peluang terhadap penersangkaan terhadap pengurus SD Nurul Falah yang berada di lingkungan Pondok Pesantren Tahfidzul Qur’an (PPTQ) Nurul Falah di Desa Geneng, Kecamatan Bulukerto, terkait kematian salah satu murid mereka berinisial DRP (11 tahun). DRP diduga tewas dianiaya oleh teman sekelasnya berinisial R (11 tahun) yang kini telah ditetapkan sebagai tersangka. 

Agung menerangkan, peristiwa penganiayaan terhadap DRP terjadi pada 14 Februari 2026. Pemicu awalnya adalah aksi saling ejek antara pelaku dan korban. Berdasarkan keterangan saksi, R tidak hanya sempat memukul, tapi juga membanting DRP.

Baca Juga

"Perkelahian (DRP dan R) itu sebenarnya sudah diketahui oleh kepala sekolah karena korban sempat mengeluh pusing sambil memegangi kepala bagian belakang dan muntah-muntah di ruang wudhu dan kamar mandi," ungkap Agung ketika diwawancara, Jumat (20/2/2026). 

Agung menerangkan, DRP sempat ditangani di UKS sebelum akhirnya dilarikan ke rumah sakit. Namun nahas, nyawanya tak tertolong. Alih-alih menyampaikan fakta-fakta terkait kematian, pihak SD Nurul Falah justru menyebut DRP meninggal akibat masuk angin. Keterangan itu turut disampaikan oleh sekolah ke keluarga DRP.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement