REPUBLIKA.CO.ID, YOGYAKARTA -- Pemerintah Daerah DIY tengah mematangkan skema debarkasi jamaah haji di Yogyakarta International Airport (YIA). Langkah ini bertujuan untuk memangkas mobilitas berulang saat kepulangan jamaah, sehingga lebih efisien dan ramah bagi jamaah terutama lansia.
Sekretaris Daerah (Sekda) DIY, Ni Made Dwipanti Indrayanti, menjelaskan, proses kepulangan selama ini kerap memerlukan perpindahan antar bus, yang dinilai merepotkan dan menguras tenaga.
"(Kami tengah menyiapkan -Red) bagaimana jamaah bisa dilayani sebaik mungkin saat debarkasi, sehingga tidak perlu berpindah-pindah bus ketika pulang ke daerah masing-masing," ujarnya, Jumat (27/2/2026).
Salah satu evaluasi mendasar adalah proses kepulangan jamaah haji yang selama ini terpusat di Asrama Haji Donohudan, Boyolali, kerap memakan waktu dan tenaga karena adanya proses transit yang berulang.
Ni Made mencontohkan mekanisme debarkasi yang diterapkan di Solo, di mana jamaah yang tiba di Bandara Adi Sumarmo harus berpindah bus menuju Asrama Haji Donohudan sebelum melanjutkan perjalanan ke daerah masing-masing. Skema ini, menurutnya, kurang efektif terutama bagi jamaah lanjut usia yang membutuhkan pelayanan praktis dan minim mobilisasi.
"Biasanya jamaah dari Adi Sumarmo diantar bus maskapai ke Donohudan, lalu berpindah lagi ke bus penjemputan daerah. Itu yang ingin kami evaluasi," ungkapnya.
"Kami berharap pesawat mendarat, jamaah turun, pemeriksaan imigrasi selesai, lalu langsung naik bus menuju daerah masing-masing tanpa harus ganti kendaraan," ujar dia.
Sebelumnya diberitakan, YIA akan difungsikan sebagai embarkasi haji berbasis hotel pada musim haji 2026 untuk melayani 26 kelompok terbang (kloter) dari DIY dan wilayah Karesidenan Kedu, Jawa Tengah. Dua hotel di sekitar bandara, Novotel YIA dan Ibis YIA, disiapkan untuk mempermudah mobilisasi jamaah sejak keberangkatan hingga kepulangan. DIY menjadi daerah pertama yang melaksanakan pelayanan embarkasi berbasis hotel. Sampai sejauh ini, Kemenhaj RI selalu berkoordinasi dengan Pemda DIY untuk memastikan jamaah haji mendapatkan layanan terbaik.