Kamis 12 Mar 2026 10:07 WIB

Didukung BI, Kainnesia Gelar Fashion Show Perdana Lewat Koleksi 'Bumi Segara'

Koleksi yang ditampilkan terdiri dari enam look desain wanita.

Jenama mode Kainnesia menggelar fashion show perdana dari di atrium utama Plaza Ambarukmo beberapa waktu lalu.
Foto: dokpri
Jenama mode Kainnesia menggelar fashion show perdana dari di atrium utama Plaza Ambarukmo beberapa waktu lalu.

REPUBLIKA.CO.ID, YOGYAKARTA -- Kainnesia pada bulan Ramadhan tahun ini menggelar fashion show perdana dari di atrium utama Plaza Ambarukmo. Jenama mode ini secara resmi memperkenalkan karakter visualnya melalui koleksi bertajuk "Bumi Segara".

Acara yang didukung penuh oleh Bank Indonesia (BI) ini menjadi salah satu sorotan utama dalam rangkaian Modest Style Runway tahun ini, sekaligus menjadi tonggak sejarah bagi perjalanan Kainnesia di industri mode tanah air.

Koleksi "Bumi Segara" yang ditampilkan terdiri dari enam look desain wanita yang sangat relevan dengan kebutuhan busana di bulan suci dan menyambut Idul Fitri. Kainnesia berhasil memadukan sisi sopan busana modest dengan gaya urban yang dinamis, sehingga cocok dikenakan baik oleh wanita berhijab maupun non-hijab. Dominasi warna cokelat tanah yang hangat dan biru samudra yang tenang menciptakan estetika yang membumi, selaras dengan semangat refleksi diri di bulan Ramadhan.

"Melakukan fashion show perdana kami di Yogyakarta, tepat di tengah suasana Ramadan, adalah sebuah berkah tersendiri. Kami merasa Plaza Ambarukmo adalah panggung yang tepat untuk menunjukkan bagaimana Tenun Baduy dan Lurik bisa tampil sangat modern," ujar Founder Kainnesia, Nur Salam.

Ia menambahkan bahwa koleksi ini adalah bentuk penghormatan terhadap alam Indonesia yang menjadi inspirasi utama di balik setiap helai kain yang ditampilkan.

Kekuatan koleksi ini terletak pada detail dan filosofinya. Meilinda Damayanti, Co-founder Kainnesia, menjelaskan bahwa pemilihan material sangat krusial untuk memastikan kenyamanan pengguna, terutama dalam momen-momen silaturahmi.

"Kami mengombinasikan karakter Tenun Baduy yang kokoh dengan garis-garis Lurik yang melambangkan pertumbuhan. Teknik perca yang kami sematkan juga menjadi pesan bahwa keindahan bisa lahir dari ketelitian mengolah sisa kain menjadi sesuatu yang bernilai tinggi," jelas Meilinda dalam sesi wawancara setelah peragaan.

Dukungan dari BI menjadi katalisator penting dalam penyelenggaraan acara ini. Sebagai bagian dari upaya memperkuat ekonomi kreatif dan UMKM berbasis wastra, sinergi ini membuktikan bahwa produk lokal memiliki daya saing yang tinggi untuk mengisi pasar modest wear yang terus berkembang pesat. Kehadiran Kainnesia di panggung ini diharapkan dapat menginspirasi lebih banyak perajin dan desainer lokal untuk terus berinovasi tanpa meninggalkan akar budaya.

Peragaan busana ini diakhiri dengan tepuk tangan meriah dari para pengunjung Plaza Ambarukmo yang sedang menikmati waktu ngabuburit. "Dengan suksesnya debut fashion show ini, Kainnesia siap melangkah lebih jauh dalam industri mode profesional, membawa semangat Bumi Segara sebagai representasi kemajuan wastra Nusantara yang inklusif dan berkelanjutan," katanya.

Advertisement
Berita Terkait
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement