Selasa 17 Mar 2026 14:32 WIB

Tol Fungsional Yogya-Solo Segmen Purwomartani Resmi Dibuka, Ribuan Mobil Pemudik Langsung Melintas

Pembukaan segmen tol ini diharapkan mengurangi kepadatan lalu lintas di jalur arteri.

Rep: Wulan Intandari/ Red: Fernan Rahadi
Jalan Tol Yogyakarta-Solo resmi dibuka secara fungsional untuk para pemudik, Senin (16/3/2026).
Foto: Wulan Intandari
Jalan Tol Yogyakarta-Solo resmi dibuka secara fungsional untuk para pemudik, Senin (16/3/2026).

REPUBLIKA.CO.ID, SLEMAN -- Jalan Tol Yogyakarta–Solo segmen Purwomartani resmi dibuka secara fungsional untuk mendukung arus mudik Lebaran 2026 pada Senin (16/3/2026), pagi. Tak lama setelah dibuka, ribuan pemudik langsung memanfaatkan jalur tersebut untuk melanjutkan perjalanan menuju Jawa Tengah dan wilayah lainnya.

Sejak pagi hari, sejumlah kendaraan pribadi terlihat telah mengantre di area gerbang tol untuk mencoba lintasan baru tersebut. Namun antrean yang sempat muncul menjelang seremoni pembukaan segera terurai setelah petugas membuka akses masuk.

Direktur Utama PT Jasa Marga Yogya Solo, Rudi Ardiansyah, mengatakan ruas tol fungsional dari Gerbang Tol Purwomartani menuju Prambanan ini dioperasikan secara terbatas oleh PT Jasa Marga Yogya Solo selama periode mudik. Jalur sepanjang 12,23 kilometer tersebut dibuka khusus bagi kendaraan Golongan I non-bus dan beroperasi setiap hari mulai pukul 06.00 WIB hingga 18.00 WIB dan hanya bisa digunakan untuk keluar arus kendaraan dari wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

"Hari ini kita melaksanakan pembukaan fungsional jalan Tol Yogya-Solo segmen Purwomartani-Prambanan. Jalan fungsional ini dibuka satu arah mulai pukul 06.00 WIB sampai pukul 18.00 WIB khusus kendaraan golongan satu nonbus," ujar Rudi dijumpai di Gerbang Tol Purwomartani, Senin (16/3/2026).

Dia menegaskan, pengoperasian jalur tersebut masih bersifat fungsional karena pembangunan tol belum sepenuhnya rampung. Selama masa uji coba operasional ini, kendaraan yang melintas tidak dikenakan tarif alias gratis. Akan tetapi, pengendara tetap diwajibkan melakukan penempelan kartu uang elektronik di gerbang tol untuk kepentingan pendataan volume kendaraan.

Pengelola juga menyiapkan tiga gardu transaksi di Gerbang Tol Purwomartani untuk melayani kendaraan yang masuk. Selain itu, enam perangkat mobile reader disiagakan guna membantu mempercepat layanan apabila terjadi lonjakan kendaraan di pintu tol.

"Fungsional ini kami buka tiga gardu, tetapi kami juga menyediakan enam mobile reader untuk membantu jika terjadi kepadatan yang cukup tinggi," kata Rudi.

Rudi memprediksi puncak arus mudik di ruas tol tersebut akan terjadi pada Rabu (18/3/2026) dengan jumlah kendaraan diperkirakan mencapai sekitar 17 ribu unit. Adapun puncak arus balik diperkirakan berlangsung pada Selasa (24/3/2026) dengan jumlah kendaraan melintas mencapai 24 ribu unit.

Pembukaan segmen tol ini diharapkan mampu mengurangi kepadatan lalu lintas di jalur arteri utama Yogya–Solo yang biasanya mengalami lonjakan kendaraan selama musim mudik Lebaran. Para pemudik pun diimbau untuk tetap memperhatikan batas kecepatan dan mengikuti arahan petugas di lapangan, mengingat jalur fungsional memiliki karakteristik infrastruktur yang berbeda dengan jalur tol operasional penuh.

"Prediksi kami nanti di puncak, di tanggal 18 Maret 2026 sekitar 17 ribu kendaraan, itu yang puncak tertingginya, kemudian nanti baliknya yang mungkin agak lebih tinggi di sekitar 24 ribu kendaraan," ucapnya.

Dirlantas Polda DIY, Kombes Pol Ary Prasetya Syafaat memastikan, pihaknya telah menyiapkan rekayasa lalu lintas di sekitar Gerbang Tol Purwomartani. Setidaknya akan dilakukan buka tutup pada 9 titik. Sedangkan sejumlah titik putar balik (U-turn) di jalur arteri akan ditutup sementara selama operasi pengamanan mudik. Dari total 18 U-turn yang ada, hanya tiga yang tetap difungsikan secara situasional untuk membantu pengaturan arus kendaraan.

"Untuk gerbang tol Purwomartani, jarak antara gate dengan jalan arteri sekitar 350 meter. Jika antrean kendaraan sudah mencapai jalan arteri, maka arus akan kami alihkan ke Gerbang Tol Prambanan," kata Ari.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement