REPUBLIKA.CO.ID, SLEMAN - Pemerintah Kabupaten Sleman terus mempersiapkan infrastruktur jalan menjelang arus mudik Lebaran 2026. Berdasarkan data terbaru dari Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) Sleman, 58 ruas jalan prioritas dengan total panjang sekitar 180,84 kilometer telah ditangani, dan progresnya kini mencapai 83 persen.
Kepala Bidang Bina Marga DPUPKP Sleman, Fauzan Ma’aruf mengatakan, upaya perbaikan jalan menjadi prioritas utama menjelang Ramadhan untuk memastikan mobilitas masyarakat tetap aman dan lancar. "Dari ruas jalan yang menjadi prioritas, sebagian besar sudah tertangani. Kami terus berupaya menyelesaikan sisanya agar masyarakat dapat melintas dengan lebih aman," ujarnya belum lama ini.
Adapun perbaikan jalan meliputi penanganan retakan, penambalan lubang, serta pemeliharaan permukaan jalan agar tetap aman dilalui kendaraan. Lima puluh delapan ruas jalan ini dipilih karena potensinya menjadi jalur utama mudik maupun jalur alternatif jika terjadi kepadatan lalu lintas.
Secara keseluruhan, panjang jalan kabupaten di Sleman mencapai 733,67 kilometer yang tersebar di 371 ruas jalan. Berdasarkan survei kondisi jalan tahun 2025, sekitar 28,49 persen jalan berada dalam kondisi baik, 39,51 persen sedang, 30,23 persen rusak ringan, dan 1,77 persen rusak berat.
"Prinsipnya kami berupaya memastikan jalur mudik dalam kondisi sebaik mungkin, bahkan diupayakan zero lubang, sehingga aman dan nyaman bagi masyarakat yang melintas," katanya.
Selain itu, Pemkab Sleman menyiapkan tim siaga yang siap bergerak kapan saja untuk menangani kerusakan jalan mendadak selama musim mudik. "Jika masyarakat menemukan kerusakan jalan yang perlu segera ditangani, silakan dilaporkan agar bisa langsung kami tindaklanjuti," ujar Fauzan.
Pemkab Sleman berharap, dengan perbaikan ini, jalur-jalur kabupaten dapat mendukung kelancaran arus mudik Lebaran sekaligus akses ke kawasan wisata seperti Prambanan dan Kaliurang. "Dengan berbagai upaya perbaikan yang dilakukan dapat mendukung kelancaran arus mudik Lebaran serta akses menuju kawasan wisata," ujarnya.