REPUBLIKA.CO.ID, CILACAP -- Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, menghadapi kejadian luar biasa (KLB) penyebaran penyakit campak. Saat ini, Dinas Kesehatan (Dinkes) Cilacap telah mencatatkan 31 kasus positif campak dan mendeteksi 123 suspek.
"Jumlah suspeknya itu ada 123 kasus dari bulan Januari. Kemudian yang positif ada 31 kasus," ungkap Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Dinkes Cilacap, Retno Purwati Rahayu, ketika dihubungi, Selasa (31/3/2026).
Dia menerangkan, status KLB campak di Cilacap muncul karena ditemukan dua kasus pada satu tempat yang sama. "KLB itu kalau misal dalam satu rumah ada lebih dari dua kasus. Dua kasus sudah masuk KLB. Kalau yang KLB itu ada empat tempat," kata Retno.
Retno menambahkan, KLB campak di Cilacap tersebar di Kecamatan Binangun, Wanareja, Cilacap Tengah, dan Dayeuhluhur. Menurut Retno, KLB campak pertama di Cilacap terjadi di Binangun dan menginfeksi kakak beradik.
"Mereka terinfeksi setelah melakukan perjalanan dari luar kota," kata Retno.
Dia mengungkapkan, KLB campak di Wanareja dan Dayeuhluhur juga memiliki riwayat perjalanan luar kota. Sementara KLB campak di Cilacap Tengah tak mempunyai riwayat perjalanan luar kota.
Retno menjelaskan, 31 kasus positif campak di Cilacap menginfeksi beberapa kalangan usia. "Dari 31 yang positif, umur kurang dari 9 bulan itu ada 3; umur 1 sampai 5 tahun ada 18; umur 6 sampai 15 tahun ada 6; lebih dari 16 tahun ada 4. Jadi tidak hanya anak-anak saja, tapi ada juga yang dewasa," ucapnya.