Jumat 01 May 2026 13:53 WIB

Mobil Tertabrak KA Argo Bromo Anggrek di Grobogan, Empat Orang Tewas

Kecelakaan terjadi di perlintasan tanpa palang pintu saat mobil diduga mogok.

Rangkaian gerbong KRL Commuterline dan KA Argo Bromo Anggrek relasi Gambir-Surabaya Pasar Turi yang mengalami kecelakaan di Stasiun Bekasi Timur, Bekasi, Jawa Barat, Selasa (28/4/2026). Kecelakaan KRL Commuterline dan KA Argo Bromo Anggrek menyebabkan 7 orang penumpang meninggal dunia, dan 81 penumpang luka-luka dan dirawat.
Foto: Edwin Putranto/Republika
Rangkaian gerbong KRL Commuterline dan KA Argo Bromo Anggrek relasi Gambir-Surabaya Pasar Turi yang mengalami kecelakaan di Stasiun Bekasi Timur, Bekasi, Jawa Barat, Selasa (28/4/2026). Kecelakaan KRL Commuterline dan KA Argo Bromo Anggrek menyebabkan 7 orang penumpang meninggal dunia, dan 81 penumpang luka-luka dan dirawat.

REPUBLIKA.CO.ID, GROBOGAN — Kecelakaan antara kereta api dan mobil terjadi di perlintasan sebidang tanpa palang pintu di Desa Tuko, Kecamatan Pulokulon, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, Jumat (1/5/2026) dini hari. Akibat peristiwa itu, empat orang meninggal dunia.

"Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 02.52 WIB di Jalan Tuko–Sidorejo, tepatnya di Dusun Sugihan. Mobil Toyota Avanza bernomor polisi H-1060-ZP yang mengangkut sembilan orang tertabrak kereta api Argo Bromo Anggrek yang melaju dari arah barat ke timur," kata Kanit Gakkum Satlantas Polres Grobogan Iptu Arie Eko di Grobogan, Jumat.

Baca Juga

Arie mengatakan kendaraan tersebut melaju dari arah selatan menuju utara. Saat melintas di perlintasan, mobil diduga berhenti di atas rel karena mesin mati.

Pada saat bersamaan, kereta api yang melintas di jalur yang sama sudah dalam jarak dekat sehingga tabrakan tidak dapat dihindari. Benturan mengenai bagian depan kiri kendaraan.

"Akibat kerasnya benturan, mobil terpental sejauh kurang lebih 20 meter, menabrak tiang jaringan telekomunikasi, lalu terjatuh ke area persawahan di sisi selatan rel," ujarnya.

Empat korban meninggal dunia masing-masing Nayla Dwi Kartika (10), Mukamat Sakroni (51), Dalni (51), dan Shazia Belvania Mutia (2).

"Seluruh korban sempat dilarikan ke Puskesmas Pulokulon I sebelum dinyatakan meninggal dunia. Sementara itu, korban lainnya mengalami luka-luka. Dua orang dirawat di RSUD Purwodadi dengan kondisi cukup serius, sedangkan korban lainnya menjalani rawat jalan," ujarnya.

Pengemudi mobil, Kardi (50), selamat dan hanya mengalami luka ringan.

Petugas masih melakukan penyelidikan lebih lanjut guna mengetahui penyebab pasti kecelakaan tersebut.

"Dugaan sementara, kecelakaan terjadi akibat kurangnya kehati-hatian pengemudi saat melintas di perlintasan sebidang tanpa palang pintu," ujarnya.

Masyarakat diimbau untuk selalu waspada dan memastikan kondisi aman sebelum melintasi rel kereta api, terutama di perlintasan yang tidak dilengkapi pengaman.

sumber : ANTARA
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement