Kamis 18 Jun 2026 17:43 WIB

Disdik Jatim Perkuat Pendidikan Vokasi untuk Hadapi Era AI

Disdik Jatim menilai industri digital telah menjadi pendorong pertumbuhan ekonomi

Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Jawa Timur menjajaki kerja sama internasional untuk memperkuat pendidikan vokasi dan pengembangan talenta digital melalui kunjungan ke Shanghai, Tiongkok. Langkah tersebut dilakukan sebagai upaya mempersiapkan generasi muda menghadapi kebutuhan industri yang terus berkembang di era transformasi digital dan kecerdasan buatan (AI).
Foto: dok istimewa
Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Jawa Timur menjajaki kerja sama internasional untuk memperkuat pendidikan vokasi dan pengembangan talenta digital melalui kunjungan ke Shanghai, Tiongkok. Langkah tersebut dilakukan sebagai upaya mempersiapkan generasi muda menghadapi kebutuhan industri yang terus berkembang di era transformasi digital dan kecerdasan buatan (AI).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Jawa Timur menjajaki kerja sama internasional untuk memperkuat pendidikan vokasi dan pengembangan talenta digital melalui kunjungan ke Shanghai, Tiongkok. Langkah tersebut dilakukan sebagai upaya mempersiapkan generasi muda menghadapi kebutuhan industri yang terus berkembang di era transformasi digital dan kecerdasan buatan (AI).

Komitmen tersebut ditandai dengan penandatanganan Letter of Intent (LoI) antara Disdik Jawa Timur dan HGI Research Centre dalam rangkaian kunjungan resmi delegasi Jawa Timur ke Shanghai pada 8-12 Juni 2026.

Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur, Aries Agung Paewai, mengatakan perkembangan industri digital telah menjadi salah satu pendorong utama pertumbuhan ekonomi. Karena itu, dunia pendidikan perlu memastikan lulusan memiliki keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan industri masa depan.

Menurut Aries, kolaborasi dengan berbagai institusi pendidikan dan mitra internasional di Shanghai diharapkan dapat membuka peluang bagi siswa untuk memperoleh kompetensi digital yang lebih kuat sekaligus memperluas wawasan global.

“Melalui kolaborasi dengan HGI Research Center dan sejumlah kampus vokasi terkemuka di Shanghai, Jawa Timur berharap dapat mencetak talenta muda yang tidak hanya menguasai keterampilan digital mutakhir, tetapi juga memiliki kemampuan komunikasi serta berwawasan internasional demi mendukung peningkatan skala industri regional,” ujarnya.

Dalam kunjungan tersebut, delegasi Jawa Timur mengikuti berbagai diskusi mengenai integrasi pendidikan dan dunia industri, pengembangan kurikulum bersama, serta peluang sertifikasi keterampilan vokasi berstandar internasional. Salah satu topik yang dibahas adalah model pembelajaran yang menggabungkan penguasaan bahasa asing dengan keterampilan profesional yang dibutuhkan industri.

Delegasi juga mengunjungi sejumlah institusi pendidikan vokasi di Shanghai, antara lain Shanghai Qunxing Vocational and Technical School, Shanghai Caoyang Vocational and Technical School, serta Shanghai Arts and Crafts Vocational College. Kunjungan tersebut memberikan gambaran mengenai penerapan pendidikan berbasis industri di bidang animasi, media digital, pengembangan gim, hingga pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan.

Wakil Presiden HGI Research Centre, Wang Chen, menilai pendidikan vokasi perlu memberikan pengalaman yang lebih dekat dengan kebutuhan industri agar lulusan mampu beradaptasi dengan perubahan teknologi yang berlangsung cepat.

Menurut dia, perusahaan saat ini tidak hanya membutuhkan tenaga kerja yang mampu menggunakan teknologi AI, tetapi juga individu yang memahami bagaimana memanfaatkannya secara efektif dalam proses bisnis dan pengembangan proyek.

“Pendidikan vokasi bukan sekadar mengajarkan penggunaan alat, tetapi membantu siswa memahami cara industri bekerja dan proyek dijalankan. Di era AI, perusahaan tidak lagi hanya mencari individu yang bisa menggunakan AI, tetapi yang mampu memanfaatkannya secara efektif,” kata Wang Chen.

Selain berdiskusi mengenai pengembangan talenta digital, delegasi Jawa Timur juga mempelajari implementasi pendidikan AI di Shanghai. Salah satu kawasan yang dikunjungi adalah Distrik Putuo yang telah menerapkan pendidikan kecerdasan buatan sejak 2020 dan menjadi salah satu wilayah percontohan pendidikan AI di kota tersebut.

Melalui kerja sama dan pertukaran pengetahuan ini, Disdik Jawa Timur berharap dapat memperluas akses siswa terhadap keterampilan yang relevan dengan kebutuhan industri global, sekaligus memperkuat daya saing lulusan pendidikan vokasi di tengah perkembangan ekonomi digital.

Berita Lainnya
Terpopuler

Rekomendasi