REPUBLIKA.CO.ID, SEMARANG — Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Ahmad Luthfi mengaku capek mengingatkan para bupati/wali kota di wilayahnya agar tak melakukan korupsi. Pernyataannya menanggapi terciduknya Bupati Pemalang Anom Widyantoro dalam operasi tangkap tangan (OTT) KPK. Anom menjadi bupati kelima dari Jateng yang ditangkap lembaga antirasuah sepanjang 2026.
“Saya sebagai Gubernur sangat prihatin sekali dan sangat menyesal sekali yang sedalam-dalamnya,” kata Luthfi di kantornya saat ditanya tanggapannya oleh awak media soal penangkapan Bupati Pemalang Anom Widyantoro, Rabu (29/7/2026).
Luthfi mengungkapkan, dia telah melakukan berbagai upaya untuk mencegah terjadinya korupsi di wilayahnya. Upaya tersebut turut melibatkan para bupati/wali kota se-Jateng.
“Saya sudah melakukan banyak langkah untuk Provinsi Jawa Tengah, dari mulai ikut retret, Korsupgah (KPK) sudah kita undang, kemudian Deputi Pencegahan sudah kita lakukan, kemudian bikin MoU dan pakta integritas sudah kita lakukan. Kemudian saya kumpulin sudah, sampai nyiyir kita menyampaikan,” ucap Luthfi.
Rekomendasi
-
Jumat , 07 Aug 2026, 16:04 WIB
Warga Gunungkidul Jual Ternak demi Beli Air karena Kekeringan, Bupati Pastikan Dropping Air Bersih
-
-
Jumat , 07 Aug 2026, 15:15 WIBMuktamar Nasyiatul Aisyiyah Usung Tema Perempuan Muda Berkemajuan untuk Peradaban Berkelanjutan
-
Jumat , 07 Aug 2026, 13:40 WIBDeteksi Keracunan Sejak Dini, Aplikasi Simetris Siap Sinergi Pantau Alur MBG Hulu ke Hilir
-
Jumat , 07 Aug 2026, 11:50 WIBPeringati HUT RI ke-81, SD Tarakanita Bumijo Bersiap Gelar Karnaval Kemerdekaan di Tugu Jogja
-
Jumat , 07 Aug 2026, 11:41 WIBPerdoski Bahas Tantangan Penyakit Kulit dan HIV/AIDS dalam PIT XXI 2026 di Yogyakarta
-