Kamis 15 Oct 2026 17:19 WIB

Gubernur Jateng Elus Dada Dapat Kabar Bupati Klaten Kena OTT KPK

Ahmad Luthfi sering mengingatkan jajarannya menjaga pemerintahan bersih.

Rep: Kamran Dikarma/ Red: Karta Raharja Ucu
Wakil Gubernur Jawa Tengah (Jateng), Taj Yasin, mengungkapkan, korban keracunan akibat program Makan Bergizi Gratis (MBG) di wilayahnya telah menembus nyaris 13 ribu orang sepanjang tahun ini. Dia menginginkan agar kasus keracunan MBG tidak terjadi lagi di Jateng.  Hal itu diungkap Yasin ketika diwawancara seusai memimpin rapat koordinasi pelaksanaan MBG di Kantor Pemprov Jateng, Kota Semarang, Selasa (29/9/2026).
Foto: Kamran Dikarma/Republika
Wakil Gubernur Jawa Tengah (Jateng), Taj Yasin, mengungkapkan, korban keracunan akibat program Makan Bergizi Gratis (MBG) di wilayahnya telah menembus nyaris 13 ribu orang sepanjang tahun ini. Dia menginginkan agar kasus keracunan MBG tidak terjadi lagi di Jateng. Hal itu diungkap Yasin ketika diwawancara seusai memimpin rapat koordinasi pelaksanaan MBG di Kantor Pemprov Jateng, Kota Semarang, Selasa (29/9/2026).

REPUBLIKA.CO.ID, SEMARANG -- Gubernur Jateng Ahmad Luthfi mengaku prihatin mendengar kabar tentang dugaan OTT terhadap Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo. Namun, dia mengaku belum menerima pernyataan resmi dari KPK.

“Pertama saya sangat prihatin sekali kalau memang itu benar. Karena ini belum ada pernyataan resmi dari KPK, dari penyidik,” kata Luthfi saat diwawancara di Gedung Gradhika Bhakti Praja, Kamis (15/10/2026).

Baca Juga

Luthfi mengungkapkan, dia telah sering mengingatkan jajaran pemerintah di Jateng tentang pentingnya integritas guna menciptakan pemerintahan yang bersih. “Kalau (OTT) itu memang benar terjadi di Klaten, maka saya sangat prihatin,” ujarnya.

“Kami sangat menghargai penyidikan yang dilakukan oleh KPK. Kita tunggu hasil penyidikannya secara resmi,” tambah Luthfi.

Sepanjang 2026, sudah terdapat lima bupati di Jateng yang terjerat OTT KPK. Mereka adalah Bupati Pati Sudewo, Bupati Pekalongan Fadia Arafiq, Bupati Cilacap Syamsul Aulia Rahman, Bupati Sukoharjo Eti Suryani, dan Bupati Pemalang Anom Widiantoro.

Berita Lainnya
Terpopuler

Rekomendasi