Rabu 19 Aug 2026 15:03 WIB

Amikom Dorong Riset dan Kreativitas Lewat Dies Natalis Bertema 'Creativity for Society'

Perguruan tinggi dinilai perlu mengubah ketergantungan pendapatan dari mahasiswa.

Rep: Tri Mei Lailatul Maskuroh (Mg02)/ Red: Fernan Rahadi
Rektor Universitas Amikom, Prof Suyanto (kaus merah, tengah) saat membuka grand launching Dies Natalis Universitas Amikom di lapangan Gedung VI Amikom, Rabu (19/8/2026).
Foto: Tri Mei Lailatul Maskuroh
Rektor Universitas Amikom, Prof Suyanto (kaus merah, tengah) saat membuka grand launching Dies Natalis Universitas Amikom di lapangan Gedung VI Amikom, Rabu (19/8/2026).

REPUBLIKA.CO.ID, YOGYAKARTA — Universitas Amikom Yogyakarta menggelar grand launching Dies Natalis di lapangan Gedung VI Amikom, Rabu (19/8/2026). Mengusung tema 'Creativity for Society', rangkaian Dies Natalis tahun ini membawa semangat untuk memberikan dampak kepada masyarakat melalui kreativitas dan berbagai kegiatan yang melibatkan masyarakat.

Ketua Dies Natalis ke-32 Amikom, Bernadhed, mengatakan tema tersebut dipilih karena Amikom ingin menjadikan kreativitas sebagai sarana untuk memberikan manfaat kepada masyarakat.

“Kita concern-nya untuk bagaimana kita itu memberikan dampak kepada masyarakat dengan salah satu keunggulan kita yaitu kreativitas," ujar Bernadhed kepada Republika, Rabu.

Ia menjelaskan, rangkaian kegiatan Dies Natalis akan menyasar civitas akademika maupun masyarakat eksternal. Sejumlah kegiatan internal seperti badminton dan running safe  disiapkan sebagai bagian dari rangkaian acara.

Sementara kegiatan eksternal akan menyasar pelajar SMA melalui kompetisi gim Mobile Legends (ML) dan Free Fire (FF). Selain itu, Amikom juga menyiapkan kompetisi tari dan sejumlah kegiatan kreatif yang akan digelar di Jogja Expo Center (JEC).

"Untuk eksternal, kita ada game untuk anak-anak SMA-SMA, jadi ada ML, FF. Nanti kita juga akan ada kegiatan di JEC, ada lomba dance di sana," katanya.

Rangkaian kegiatan tersebut akan dilanjutkan dengan sejumlah agenda lain yang melibatkan masyarakat dan komunitas di Yogyakarta. Kegiatan tersebut dijadwalkan berlangsung sepanjang September.

Sementara itu, Rektor Universitas Amikom Yogyakarta, Prof Suyanto, mengatakan grand launching Dies Natalis menjadi momentum untuk mensyukuri berbagai capaian yang telah diraih sekaligus memperkuat arah pengembangan kampus.

Suyanto menilai perguruan tinggi perlu mulai mengubah ketergantungan terhadap pendapatan dari mahasiswa dengan memperkuat hasil riset. Amikom, kata dia, menargetkan sedikitnya 30 persen pendapatan kampus berasal dari riset.

“Minimal 30 persen dari penghasilan Amikom itu dari riset. Kita mengharapkan 30 persen sampai 70 persen," ujar Suyanto.

Menurutnya, penguatan riset penting agar perguruan tinggi mampu memiliki sumber pendapatan yang lebih berkelanjutan sekaligus menghasilkan inovasi yang berdampak.

"Kita harus mengubah bagaimana penghasilan riset itu lebih utama dalam jangka panjang dibanding penghasilan dari mahasiswa," katanya.

Suyanto juga menyampaikan capaian Amikom dalam World University Rankings for Innovation (WURI). Ia mengatakan Amikom berada di peringkat ke-67 dunia sehingga masuk dalam jajaran 100 besar perguruan tinggi dunia dalam pemeringkatan tersebut.

Selain itu, Amikom mencatat sejumlah capaian pada kategori lain, termasuk Visionary Leadership, Entrepreneurial Culture and Ecosystem, Cost-Effective Management, dan Brand and Reputation.

Suyanto mengatakan capaian tersebut menjadi modal bagi Amikom untuk terus mengembangkan riset strategis. Salah satunya dengan mengangkat cerita lokal agar dapat dikenal di tingkat global.

“Bagaimana cerita lokal itu menjadi cerita kelas dunia,” katanya.

Ia mencontohkan pengembangan film “Ajisaka: The Kingdom of the Flower of Life' sebagai salah satu riset strategis Amikom. Film tersebut, menurut Suyanto, melibatkan sejumlah aktor internasional dan menjadi bagian dari upaya Amikom mengembangkan industri kreatif.

Berita Lainnya

Rekomendasi