REPUBLIKA.CO.ID, YOGYAKARTA -- Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan Universitas Gadjah Mada (FK-KMK UGM) menjadi tuan rumah rangkaian kegiatan internasional yang mempertemukan akademisi, peneliti, pemerintah, tenaga kesehatan, lembaga riset, dan mitra industri dari berbagai negara di kawasan Asia-Pasifik pada 28 September-3 Oktober 2026 lalu.
"Sistem imunisasi yang kuat tidak hanya membutuhkan vaksin, tetapi juga kepemimpinan yang kuat, bukti yang akurat, sumber daya manusia yang kompeten, dan kemitraan yang berkelanjutan," ujar Ketua Panitia Pelaksana, Jarir At Thobari, Jumat (2/10/2026).
Melalui kolaborasi ini, FK-KMK UGM berupaya menjembatani komunitas riset Indonesia dengan jejaring internasional guna meningkatkan kapasitas penelitian, memperluas kerja sama antarnegara, serta mendorong agar inovasi vaksin dapat diterjemahkan menjadi kebijakan nyata bagi kesehatan masyarakat.
Rangkaian kegiatan ini diawali dengan Asia Pacific Vaccine Research Network (APVRN) Masterclass 2026 pada 28 September-2 Oktober 2026. Mengusung tema 'Building Leadership, Evidence, and Partnerships for Resilient Immunisation Systems in the Asia-Pacific Region' kegiatan ini bertujuan memperkuat kapasitas riset, kepemimpinan, pemanfaatan bukti ilmiah, dan kemitraan di bidang vaksin dan imunisasi.
Melalui diskusi bersama para ahli, studi kasus, dan pertukaran pengalaman antarnegara, peserta juga membahas berbagai tantangan strategis dalam program imunisasi, antara lain pemantauan penyakit yang dapat dicegah dengan vaksin, kesiapsiagaan pandemi, pemerataan akses imunisasi, ekonomi kesehatan vaksin, serta pemanfaatan hasil penelitian untuk mendukung kebijakan imunisasi.
Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan International Vaccine Symposium 2026 pada 2 Oktober 2026 yang mengangkat tema 'Building the Vaccine Innovation Ecosystem: From Global Priorities to Local Impact'. Acara ini mempertemukan berbagai pemangku kepentingan untuk membahas penguatan ekosistem inovasi vaksin, mulai dari penelitian dan pengembangan, uji klinis, produksi, hingga kebijakan dan penerapannya dalam pelayanan kesehatan.
Acara ini juga menjadi kesempatan untuk memperkuat hubungan antara akademisi dan peneliti Indonesia dengan jejaring kolaborasi regional dan internasional.
Pada 2-3 Oktober 2026, FK-KMK UGM menjadi tuan rumah 5th Annual Meeting of ARISE (Academic Research Organisations Alliance for Southeast and East Asia). Rangkaian kegiatan meliputi Steering Committee, General Assembly, dan Workshop.
Pertemuan ini menjadi wadah bagi organisasi riset akademik di Asia Tenggara dan Asia Timur untuk berbagi pengalaman, meningkatkan kapasitas riset klinis, memperkuat hubungan antarlembaga, serta membuka peluang kolaborasi penelitian lintas negara.
Jarir At Thobari berharap pertemuan ini tidak sekadar menjadi wadah presentasi ilmiah, tetapi juga kesempatan bagi kita untuk saling belajar, membangun jejaring, dan mengidentifikasi berbagai tantangan kompleks.