Kamis 15 Oct 2026 19:00 WIB

249 Warga Magelang Keracunan Usai Makan Es Buah

Puluhan korban harus menjalani rawat inap akibat kejadian tersebut.

Rep: Kamran Dikarma/ Red: Karta Raharja Ucu
Penanganan medis terhadap warga Kecamatan Kajoran, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, yang diduga mengalami keracunan setelah mengonsumsi es buah, Rabu (14/10/2026).
Foto: Dok Humas Polresta Magelang
Penanganan medis terhadap warga Kecamatan Kajoran, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, yang diduga mengalami keracunan setelah mengonsumsi es buah, Rabu (14/10/2026).

REPUBLIKA.CO.ID, MAGELANG -- Setidaknya 249 warga di Kecamatan Kajoran, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, diduga mengalami keracunan es buah. Puluhan korban harus menjalani rawat inap akibat kejadian tersebut.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Magelang, Lies Pramudiyanti mengatakan gelombang warga yang mengalami gejala keracunan terjadi pada Rabu (14/10/2026). Mereka hampir secara bersamaan mendatangi Puskesmas Kajoran I.

Baca Juga

“Sebagian besar mengalami muntah disertai diare, sakit kepala, dan lemas. Ini sebagian besar yang dialami oleh mereka,” kata Lies ketika diwawancara, Kamis (15/10/2026).

Staf puskesmas kemudian melakukan anamnesis terhadap para warga terkait. “Dari hasil anamnesis dan pemeriksaan, sebagian besar mengonsumsi jenis makanan yang diduga menjadi penyebab keracunan yang sama, yaitu es buah. Sehingga segera kita tindaklanjuti dengan melakukan penyelidikan epidemiologi,” ucap Lies.

Menurut Lies, para warga yang mengalami gejala keracunan tidak mengonsumsi es buah pada hari yang sama. “Jadi ada yang hari Senin, Selasa, dan terbanyak itu hari Rabu kemarin,” kata dia.

Ia mengungkapkan, saat ini penanganan medis terhadap para korban diduga keracunan masih berlangsung. “Sampai siang ini, jumlah pasien yang terdata di kami itu 249 pasien, dan yang posisinya ada di rumah sakit sampai siang ini ada 121 pasien yang sedang dilakukan observasi,” ujarnya.

Lies menambahkan, dari 121 pasien yang saat ini berada di rumah sakit, sepertiga di antaranya kemungkinan besar bakal dirawat inap. Sementara mereka yang kondisinya berangsur membaik diperbolehkan pulang.

 

Berita Lainnya
Terpopuler

Rekomendasi