Ahad 16 Jan 2022 04:37 WIB

Vaksinasi Booster di Banyuwangi Sasar Ratusan Ribu Lansia dan Masyarakat Rentan

Banyuwangi telah memenuhi ketentuan untuk melakukan vaksinasi booster pada masyarakat

Rep: Wilda Fizriyani/ Red: Muhammad Fakhruddin
Vaksinasi Booster di Banyuwangi Sasar Ratusan Ribu Lansia dan Masyarakat Rentan (ilustrasi).
Foto: AP Photo/Tatan Syuflana
Vaksinasi Booster di Banyuwangi Sasar Ratusan Ribu Lansia dan Masyarakat Rentan (ilustrasi).

REPUBLIKA.CO.ID,BANYUWANGI -- Vaksinasi booster Covid-19 di Kabupaten Banyuwangi akan menyasar 197.793 lansia. Kemudian juga akan menargetkan 570.536 masyarakat rentan pada tahap awal.

Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani mengatakan, pihaknya akan terus menggencarkan vaksinasi dosis ketiga bagi masyarakat. Para lansia dan kelompok masyarakat rentan menjadi sasaran utama vaksinasi booster.

Baca Juga

Menurut Ipuk, Banyuwangi bisa melakukan vaksinasi booster ketiga karena telah memenuhi ketentuan dari Kementerian Kesehatan. Capaian vaksinasi dosis satu untuk masyarakat umum telah melebihi 70 persen. Target vaksinasi lansia minimal 60 persen juga telah tercapai. 

Di Banyuwangi hingga 14 Januari 2022, capaian vaksinasi dosis satu untuk masyarakat umum telah mencapai 87,19 persen. Kemudian vaksinasi Covid-19 untuk lansia mencapai 73,58 persen. "Artinya telah melampaui ketentuan Kemenkes," kata Ipuk di Kabupaten Banyuwangi, Sabtu (15/1).

Ipuk mengaku bersyukur Banyuwangi telah memenuhi ketentuan untuk melakukan vaksinasi booster pada masyarakat. Dia berharap langkah ini semakin melindungi warga Banyuwangi dari Covid-19. Sebab, percepatan vaksinasi menjadi salah satu indikator dalam gerakan Banyuwangi Rebound sehingga masyarakat semakin sehat, dan ekonomi kembali tumbuh.

Plt Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Banyuwangi, Amir Hidayat mengatakan, vaksinasi dosis ketiga di Banyuwangi dimulai sejak 12 Januari 2022 serentak di seluruh kecamatan. Kegiatan ini dilakukan beriringan dengan vaksinasi anak. Untuk vaksinasi anak telah mencapai 65 persen dan akan terus menggenjotnya sehingga seluruh sasaran bisa tuntas.

Adapun untuk mengikuti vaksinasi booster, penerima harus telah menerima vaksin primer lengkap (dosis satu dan dua). Jarak penyuntikan vaksin tahap kedua minimal enam bulan. Jika jaraknya belum sampai enam bulan, e-ticket tidak akan keluar. 

"Artinya warga belum bisa disuntik booster. Ini sudah tercatat dalam aplikasi pedulilindungi,” kata Amir.

Selain dua kelompok tersebut, vaksinasi booster juga dibuka untuk masyarakat umum berusia 18 tahun ke atas dengan ketentuan yang sama. Untuk yang sudah memenuhi persyaratan, mereka cukup langsung datang ke tempat layanan vaksinasi terdekat.

Menurut Amir, vaksinasi booster ketiga akan terus digelar secara bertahap, menyesuaikan dengan ketersediaan dosis vaksin dari pemerintah pusat. Namun persediaan vaksin untuk keperluan booster untuk saat ini sangat mencukupi.

Pemkab telah menyiapkan beberapa jenis vaksin, seperti pfizer, astra zeneca, dan moderna. Pemanfaatannya akan disesuaikan dengan jenis vaksin primer yang didapatkan warga sebelumnya.

“Misalnya, yang vaksin primernya menggunakan Sinovac, bisa di-booster dengan Pfizer atau Astra Zeneca. Insya Allah stok vaksin booster kita cukup,” ungkapnya dalam pesan resmi yang diterima Republika.

Sebelumnya sejak Agustus 2021, Pemkab Banyuwangi telah memulai penyuntikan booster bagi 6.080 tenaga kesehatan. Dari jumlah tersebut, sebanyak 91,61 persen nakes kini telah  disuntik booster.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement