Selasa 25 May 2021 13:41 WIB

Robot dengan Daya Angkat Muatan Lebih Tinggi Diperkenalkan

Di Indonesia, jumlah kecelakaan kerja dua tahun terakhir dilaporkan naik signifikan.

Ilustrasi Cobot
Foto: Wikimedia
Ilustrasi Cobot

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Universal Robots (UR), pemimpin pasar teknologi robot kolaboratif (cobots) yang berbasis di Denmark, secara resmi meluncurkan UR10e yang telah disempurnakan dengan peningkatan kemampuan mengangkat muatan sebesar 12,5 kilogram (27.55 lbs). Robot ini menciptakan sebuah kemungkinan baru untuk aplikasi seperti pemuatan kemasan (palletising), perawatan mesin, dan pengemasan. 

"Universal Robots terus berkomitmen kepada peningkatan produk berkelanjutan berdasarkan masukan yang sangat berarti dari para pelanggan dan juga kemampuan kami dalam membaca peluang pasar yang terus berubah. Pelanggan kami telah menerapkan robot kolaboratif (cobots) UR di berbagai aplikasi palletising.  Seiring waktu, mereka telah mengidentifikasi peluang untuk memanfaatkan robot UR10e kami dalam menjalankan tugas mereka, menangani benda yang memiliki muatan lebih berat," jelas Presiden Universal Robots,  Kim Povlsen, dalam siaran pers, Selasa (25/5). 

Peningkatan UR10e yang telah disempurnakan tersebut akan tetap mempertahankan penggunaan ruang yang kecil, pengalaman pemrograman yang intuitif, dan pengulangan kerja tanpa kompromi. Dengan kapasitas muatan yang meningkat, kini, seorang pengguna dapat memanfaatkan hal lebih banyak di antaranya dapat digunakan di aplikasi palletising dengan karton seberat 10 kilogram dan gripper 2,5 kilogram, untuk tugas penanganan material seperti bongkar muat benda yang lebih berat dalam penerapan perawatan mesin dan pengemasan benda berat, serta membantu mengurangi pekerjaan yang dilakukan secara manual, yang dapat membebani tangan dan bahu manusia, yang mengarah pada peningkatan ergonomi dan kondisi kerja yang lebih produktif.  

Hal ini dinilai sangat meringankan pekerjaan manusia dan dapat menurunkan jumlah kecelakaan kerja.  Di Indonesia, jumlah kecelakaan kerja, dalam dua tahun terakhir dilaporkan naik secara signifikan, naik sebesar 55,2 persen dari tahun sebelumnya, yakni sebanyak 114 ribu kasus di tahun 2019 menjadi 177 ribu kasus pada tahun 2020.

"Salah satu manfaat utama cobots adalah dalam segi fleksibilitasnya mengambil alih aktivitas yang tidak ergonomis, membebaskan pekerja manusia dari tugas yang berbahaya dan rawan cedera. Cobots UR dirancang untuk berkolaborasi bekerja bersama manusia dan sebagai solusi membantu meminimalkan tugas-tugas yang mungkin berbahaya atau rawan cedera bagi manusia," ungkap Regional Director Asia-Pacific Universal Robots, James McKew.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement