Sabtu 11 Sep 2021 16:13 WIB

Mahasiswa Buat Aplikasi Peta untuk Sahabat Netra

Aplikasi UBblindmap akan dirilis Google Play Store dan bisa diunduh oleh semua orang.

Rep: Wilda Fizriyani/ Red: Esthi Maharani
Mahasiswa Fakultas Ilmu Komputer (FILKOM), Universitas Brawijaya berhasil membuat aplikasi peta digital yang dirancang khusus untuk sahabat tunanetra bernama UBblindmap.
Foto: Dok. Humas UB
Mahasiswa Fakultas Ilmu Komputer (FILKOM), Universitas Brawijaya berhasil membuat aplikasi peta digital yang dirancang khusus untuk sahabat tunanetra bernama UBblindmap.

REPUBLIKA.CO.ID, MALANG -- Mahasiswa Fakultas Ilmu Komputer (Filkom), Universitas Brawijaya berhasil membuat aplikasi peta digital yang dirancang khusus untuk sahabat tunanetra bernama UBblindmap. Aplikasi berbasis peta wilayah Universitas Brawijaya (UB) ini akan dirilis di Google Play Store dan bisa diunduh oleh semua orang.

Mahasiswa Magister Filkom UB, Muhammad Erwin Amrullah menjelaskan, aplikasi peta tersebut menggunakan suara dan getaran. Hal ini menyesuaikan cara komunikasi sahabat netra yang membutuhkan indera peraba dan pendengaran. Selain itu, fitur suara dan getaran ini berfungsi sebagai informasi saat diusap pada aplikasi.

"Kemudian penyandang tunanetra akan mengetahui informasi pada aplikasi peta yang digunakan," katanya.

Menurut Erwin, aplikasi ini dirancang berdasarkan peta kawasan wilayah Universitas Brawijaya. Lalu ditransformasi menjadi sebuah peta dan mempunyai fitur suara. Kemudian juga terdapat fitur getaran agar sahabat netra bisa menggunakannya.

Lebih detail, aplikasi ini dibuat melalui aplikasi Unity dan Blender yang biasa digunakan untuk 3D modelling membuat sebuah gim. Map dibuat berupa 3D ditunjukkan kepada sahabat netra yang low blind. Seperti diketahui, sahabat netra terbagi atas kategori low vision dan totally blind.

"Jadi mereka semua bisa menggunakannya dan sudah diatur warna kecerahan bagi tunanetra kategori low blind," ucapnya.

Aplikasi peta tunanetra bisa dipasang di sebuah tablet berukuran 10 inch. Keberadaan aplikasi ini bisa menjadi alat fasilitas pengenalan wilayah di kawasan Universitas Brawijaya. Dengan kata lain, akan memudahkan para mahasiswa dan pengunjung netra yang berada di wilayah universitas tersebut.

"Semoga semakin banyak penemuan anak bangsa dalam membantu mengatasi masalah sehari-hari," kata dia menambahkan.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement